Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat mutu lulusan bidang kesehatan. Salah satunya melalui pelaksanaan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) berbasis mini hospital yang digelar Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UMM di Gedung Kuliah Bersama (GKB V), Senin (5/1/2026).
OSCE ini menjadi instrumen utama untuk mengukur kompetensi klinis mahasiswa keperawatan. Tidak hanya keterampilan teknis, ujian ini juga menilai kemampuan komunikasi terapeutik, berpikir kritis, clinical reasoning, serta pengambilan keputusan dalam situasi kegawatdaruratan.
Sejak pagi, mahasiswa tampak mengikuti ujian dengan berpindah dari satu station ke station lain sesuai skenario klinis yang telah ditetapkan. Seluruh rangkaian ujian dirancang menyerupai kondisi nyata pelayanan kesehatan.
Pelaksanaan OSCE kali ini memiliki keunggulan pada penerapan konsep mini hospital. Berbagai station mensimulasikan layanan rumah sakit modern, mulai dari penanganan kegawatdaruratan, perawatan luka, pemeriksaan fisik komprehensif, penyuluhan kesehatan, hingga pelayanan pasien penyakit kronis, maternitas, dan anak.
Kepala Departemen Keperawatan Gawat Darurat (KGD) UMM, Indah Dwi Pratiwi, S.Kep., Ns., M.Ng., menyampaikan bahwa OSCE merupakan metode paling relevan untuk memastikan kesiapan mahasiswa memasuki dunia kerja.
“OSCE berbasis mini hospital di GKB V memberikan gambaran nyata bagaimana mahasiswa menghadapi pasien dalam kondisi kritis, berkomunikasi di bawah tekanan, serta melakukan tindakan klinis dengan mengedepankan keselamatan pasien. Ini menjadi bekal penting bagi calon perawat profesional,” ujarnya.
Ia menjelaskan, station kegawatdaruratan dirancang menyerupai Instalasi Gawat Darurat (IGD) modern, meliputi simulasi resusitasi jantung paru, penanganan trauma, triase bencana, stabilisasi perdarahan, hingga koordinasi tim keperawatan.
Keberhasilan pelaksanaan OSCE juga ditunjang fasilitas GKB V yang dilengkapi laboratorium keperawatan terintegrasi, manekin digital multiprogram, ruang mini ICU, sistem kamera pemantau tindakan, serta simulasi rekam medis elektronik.
Sementara itu, Kaprodi S1 Keperawatan FIKES UMM, Nur Aini, Ph.D., menegaskan bahwa OSCE bukan sekadar ujian praktik, tetapi bagian dari sistem penjaminan mutu pendidikan.
“Melalui OSCE dan dukungan fasilitas GKB V, kami memastikan mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap bersaing di dunia kerja nasional maupun global dengan kompetensi dan empati yang seimbang,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan tim penguji lintas bidang keperawatan yang menjamin proses penilaian berlangsung objektif dan komprehensif.
Melalui OSCE berbasis mini hospital ini, Prodi Keperawatan UMM menegaskan komitmennya dalam menghadirkan transformasi pendidikan kesehatan yang berorientasi pada mutu, profesionalisme, dan kesiapan lulusan menghadapi tantangan layanan kesehatan masa depan. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments