Gelaran Ummad E-Sport Arena: Mobile Legends Offline Competition (MLOC) yang menjadi bagian dari rangkaian Road to PMB Ummad 2026 sukses digelar dan memperoleh sambutan positif dari para peserta.
Kompetisi e-sport perdana yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Madiun (Ummad) ini menjadi magnet tersendiri bagi para pecinta Mobile Legends dari berbagai daerah.
Sejak pagi hari, suasana arena kompetisi sudah dipenuhi semangat dan antusiasme para gamer muda. Sorak dukungan, strategi tim yang matang, hingga adu mekanik permainan menjadi warna tersendiri dalam event yang berlangsung hingga malam hari tersebut.
Sejumlah peserta yang ditemui di sela-sela pertandingan mengaku puas dengan penyelenggaraan MLOC ini. Salah satunya Muhammad Farih. Ia menilai kompetisi ini sangat bermanfaat sebagai wahana mengasah kemampuan bermain Mobile Legends.
“MLOC ini sangat bagus karena bisa dijadikan tempat mengasah kemampuan game Mobile Legends para peserta. Dengan bertanding menghadapi tim lain, akan makin mengasah keterampilan kita bermain,” ujar Farih.
Menurutnya, bertemu dengan tim-tim baru di luar komunitas sehari-hari memberikan pengalaman berbeda. Selain melatih kemampuan teknis, kompetisi ini juga melatih kekompakan dan komunikasi tim.
Hal senada disampaikan Febrian Fauzi Andrianto. Peserta yang akrab disapa Brian ini, datang jauh-jauh dari Surabaya menuju Madiun diantar oleh kakaknya demi mengikuti kompetisi tersebut. Ia mengapresiasi kualitas pertandingan yang menurutnya cukup kompetitif.
“Selama lomba seharian ini, kami mengungguli empat tim yang secara permainan cukup kuat untuk dikalahkan. Persaingan cukup bagus di event ini,” ungkap Brian.
Baginya, event seperti ini menjadi tempat ideal untuk menguji kemampuan menghadapi tim-tim dengan kualitas permainan yang ketat. Ia pun berharap kompetisi serupa dapat kembali digelar di masa mendatang.
“Bagus kalau nanti diadakan lagi. Kompetisinya cukup kuat, pesertanya juga bagus mainnya,” tambahnya.
Tak hanya dari sisi pertandingan, para peserta juga memberikan apresiasi terhadap layanan yang diberikan panitia. Brian mengungkapkan bahwa selama mengikuti lomba seharian penuh, peserta mendapatkan konsumsi yang memadai.
“Kami peserta mendapat konsumsi tiga kali selama ikut lomba, pagi, siang, dan malam. Ini bagus sekali. Biasanya kalau kami ikut lomba dapat konsumsi cuma satu kali,” ujarnya.
Pelayanan tersebut dinilai menunjukkan keseriusan UMMAD dalam menyelenggarakan event yang nyaman dan profesional bagi para peserta, terlebih bagi mereka yang datang dari luar kota.
Diikuti 32 Tim dari Jatim dan Jateng
Dari sisi jumlah peserta, kompetisi Mobile Legends offline perdana ini diikuti oleh 32 tim dari wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Angka tersebut dinilai cukup menggembirakan untuk sebuah event yang baru pertama kali dilaksanakan.
“Dengan semua persiapan yang dilakukan selama dua pekan, jumlah peserta yang mencapai 32 tim cukup bagus untuk event perdana yang kita jalankan,” terang Dicky Pratama, M.Kom., panitia MLBB Ummad, Sabtu (31/1/2026).
Menurut Dicky, capaian ini menunjukkan bahwa minat generasi muda terhadap e-sport sangat tinggi. Selain itu, event ini juga menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan Ummad kepada masyarakat luas.
“Karena pesertanya tidak hanya dari wilayah Madiun, tapi juga dari jauh seperti Surabaya dan daerah lain. Artinya, nama Ummad sudah mulai dikenal oleh banyak anak muda,” ujar dosen Program Studi Sistem Informatika Ummad tersebut.
Lebih dari sekadar kompetisi, Ummad E-Sport Arena juga menjadi ruang pembelajaran dan kolaborasi bagi mahasiswa yang terlibat sebagai panitia.
Mahasiswa dari berbagai program studi seperti Ilmu Komunikasi, Biokewirausahaan, dan Sistem Informatika bekerja sama menyukseskan event ini.
“Melalui event ini, mahasiswa bisa berkolaborasi dan mendapatkan pengalaman menjalankan event. Mereka belajar manajemen acara, kerja tim, hingga problem solving di lapangan,” jelas Dicky.
Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam mengembangkan soft skills yang dibutuhkan di dunia kerja maupun dunia industri kreatif dan digital.
Meski berjalan sukses, panitia tetap melakukan evaluasi untuk pengembangan event di masa mendatang.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah durasi lomba yang cukup panjang karena seluruh pertandingan dilangsungkan secara offline.
“Event tadi dimulai pagi hari dan malam hari baru selesai. Kasihan juga bagi peserta yang harus pulang larut malam, apalagi yang rumahnya jauh,” ujar Dicky.
Ke depan, ia mengusulkan format dua tahap, yakni babak eliminasi secara online dan babak final secara offline.
“Misalnya, eliminasi dilakukan online dan finalnya offline. Ini untuk mengantisipasi lama waktu lomba jika seluruhnya dilangsungkan secara offline,” jelasnya.
Dengan evaluasi dan inovasi tersebut, Dicky optimistis Ummad E-Sport Arena dapat digelar kembali dengan konsep yang lebih matang dan jangkauan peserta yang lebih luas.
Keberhasilan MLOC 2026 ini menjadi bukti bahwa Ummad tidak hanya fokus pada pengembangan akademik, tetapi juga membuka ruang bagi kreativitas dan minat generasi muda di bidang e-sport.
Antusiasme peserta yang berharap event ini digelar kembali menjadi sinyal kuat bahwa Ummad E-Sport Arena berpotensi menjadi agenda tahunan yang dinanti para gamer muda di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments