Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) melalui Prodi Psikologi dan Prodi PGSD menggelar pengabdian masyarakat di SD Muhammadiyah Kota Madiun dengan fokus pencegahan perundungan (bullying).
Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk psikoedukasi yang melibatkan siswa kelas 6 sebagai upaya membangun budaya saling menghargai di lingkungan sekolah.
Pengabdian ini menjadi langkah preventif atas fenomena bullying yang masih menjadi tantangan di dunia pendidikan dasar. Melalui pendekatan sederhana namun bermakna, para siswa diajak mengenali dan menyebutkan kelebihan teman sekelasnya.
Psikoedukasi Bangun Empati Siswa
Dosen Prodi Psikologi UMMAD, Reza Kurniawan, M.Psi, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai respons atas persoalan perundungan di sekolah.
“Dilakukan dengan psikoedukasi dengan meminta siswa untuk mencari atau menyebutkan kelebihan teman mereka,” kata Reza Kurniawan, Ahad (22/3).
Ia menambahkan, siswa kelas 6 dibagi menjadi dua kelompok besar, yakni kelompok putra dan putri. Kelompok putri terdiri dari tiga kelompok kecil, sedangkan putra terbagi menjadi dua kelompok.
“Penyebutan dilakukan bergantian minimal tiga kelebihan temannya. Praktik ini kita lakukan kurang lebih tiga jam,” ujarnya.
Hasilnya, para siswa menunjukkan respons positif. Mereka mampu menyampaikan berbagai kelebihan temannya, mulai dari kemampuan akademik hingga sikap keseharian.
“Ada yang menyatakan temannya hafalan qurannya bagus, suka membantu mengerjakan tugas sekolah. Mereka banyak menyampaikan kelebihan teman kelasnya di bidang olahraga, akademik, dan suka berbuat kebaikan,” terang Reza.
Sekolah Harapkan Pendampingan Lanjutan
Reza juga mengungkapkan bahwa pihak sekolah memberikan apresiasi atas pelaksanaan pengabdian masyarakat tersebut. Bahkan, sekolah berharap adanya pendampingan lanjutan dalam proses pembelajaran.
“Di sana juga ada anak berkebutuhan khusus. Kita diminta untuk memberi pendampingan,” ujarnya.
Sementara itu, Dosen Prodi PGSD UMMAD, Ma’rifatul Jannah, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini difokuskan untuk membangun rasa saling menghormati dan menghargai antarsiswa.
“Dengan saling menyampaikan kelebihan teman kelasnya, diharapkan rasa saling menghormati dan menghargai antarsiswa bisa tumbuh dengan baik,” jelas Ma’rifatul Jannah.
Melalui kegiatan ini, UMMAD berharap budaya positif di sekolah dapat terus diperkuat sehingga potensi konflik maupun perundungan dapat diminimalkan sejak dini.






0 Tanggapan
Empty Comments