Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

UMS Gaspol Riset Rp 40 Miliar, Siap Lompat Menuju Kampus Kelas Dunia

Iklan Landscape Smamda
UMS Gaspol Riset Rp 40 Miliar, Siap Lompat Menuju Kampus Kelas Dunia
Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno. Foto: Humas
pwmu.co -

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menegaskan komitmennya dalam mengakselerasi transformasi perguruan tinggi yang berdampak, berkontribusi, dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut disampaikan Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum dalam Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Jawa Tengah 2026.

Menurut Harun, lima kunci utama transformasi adalah akselerasi, transformasi, berdampak, berkontribusi, dan berkelanjutan. Dia menilai kelima substansi tersebut telah diimplementasikan secara konkret di UMS.

“Dari lima kata kunci itu, saya kira semuanya sudah diterapkan di UMS,” ujarnya di Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMS, Rabu (11/2/2026).

Dia mengatakan UMS adalah salah satu perguruan tinggi swasta di Jawa Tengah yang siap menjalankan lompatan besar, khususnya di bidang riset, inovasi, pengabdian, dan publikasi ilmiah.

“Salah satu indikator kesiapan tersebut terlihat dari dukungan pendanaan riset yang signifikan. UMS mengalokasikan sekitar 14 persen anggaran institusi untuk riset, dengan total mencapai hampir Rp 40 miliar,” kataHarun.

Angka ini, terang dia, dinilai cukup tinggi dan menunjukkan keseriusan UMS dalam memperkuat ekosistem penelitian dan inovasi.

“Dari sisi keilmuan, UMS mengambil peran strategis di hampir seluruh klaster riset prioritas nasional. Beberapa fokus utama meliputi riset di bidang pangan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, pendidikan, hingga ekonomi hijau,” papar Harun.

Dia lalu menjelaskan, UMS menjadi salah satu pelopor konsorsium riset inovasi yang didanai Lembaga Pengelola Dana Pendidikan senilai Rp 20 miliar.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Keterlibatan tersebut memperkuat posisi UMS sebagai institusi yang aktif membangun kolaborasi riset berskala nasional.

Dalam konteks keberlanjutan, UMS telah mengintegrasikan isu pengelolaan sampah ke dalam agenda riset dan pengembangan kampus.

“Sejak dua tahun terakhir UMS mengembangkan konsep pengelolaan sampah berbasis kampus melalui program yang dikenal sebagai “Waste Campus”, dengan prinsip menyelesaikan persoalan sampah dari sumbernya. “Sebagai bagian dari strategi Green Metric,” ujar Harun.

Sementara itu, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Dr. Mohammad Fauzan Adziman, ST, M.Eng. menyampaikan pihaknya tengah membangun program pengembangan perguruan tinggi swasta (PTS) yang berorientasi pada dampak daerah dan industri.

“Kami sedang membuat program berdampak daerah dan industri. Mudah-mudahan Bapak dan Ibu sekalian bisa berkontribusi,” ungkapnya.

Dia juga menegaskan pentingnya pembinaan bagi PTS yang telah siap berkembang lebih jauh. Menurutnya, kampus seperti UMS memiliki kesiapan untuk melangkah menuju world class university melalui penguatan riset, inovasi, dan kolaborasi strategis. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu