Universitas Muhammadiyah Sidoarjo menerima kunjungan delegasi Universiti Tunku Abdul Rahman pada Selasa (7/4/2026) di Kampus 1 Umsida. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama internasional di bidang akademik dan riset.
Mengusung tema Enhancing Academic Excellence and International Networking, kegiatan ini difokuskan pada pengembangan kolaborasi strategis antar perguruan tinggi, khususnya dalam riset, pertukaran akademik, dan program internasional.
Delegasi UTAR terdiri dari sejumlah akademisi, di antaranya Choong Yuen Onn selaku Deputy Director Institute of Postgraduate Studies and Research, bersama tim pengajar lainnya. Kedatangan mereka disambut langsung oleh jajaran pimpinan Umsida, termasuk Rektor Hidayatulloh, Wakil Rektor I Hana Catur Wahyuni, serta pimpinan lainnya.
Dalam sambutannya, Rektor Umsida menegaskan bahwa Umsida merupakan salah satu Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) yang terus berkembang, baik dari sisi kelembagaan maupun akademik.
Ia menyebutkan, dari 163 PTMA di Indonesia, hanya 21 perguruan tinggi yang telah meraih predikat unggul, termasuk Umsida. Selain itu, sejak 2025 Umsida juga telah masuk ke dalam klaster mandiri—kategori tertinggi dalam pemeringkatan perguruan tinggi nasional.
“Dengan masuk klaster mandiri, peluang mendapatkan hibah riset dari kementerian semakin besar. Kesempatan kerja sama dengan perguruan tinggi unggulan, baik dalam maupun luar negeri, juga semakin terbuka,” ujarnya.
Ia menilai kunjungan UTAR menjadi langkah strategis dalam memperkuat jejaring global Umsida, terutama di bidang riset, publikasi, pengabdian masyarakat, dan pengembangan kelembagaan.
Dalam paparannya, Prof Choong Yuen Onn menyampaikan tiga fokus utama kerja sama antara UTAR dan Umsida.
Pertama, student mobility, yang mencakup program student exchange, study tour, program bahasa Inggris, hingga magang (internship).
Kedua, New Village Project, yaitu program pengabdian masyarakat berbasis community and care.
Ketiga, academic exchange, meliputi kolaborasi riset (research collaboration), pertukaran dosen (staff exchange), program gelar ganda (dual degree), webinar, serta Massive Open Online Course (MOOC).
Selain itu, UTAR juga menawarkan berbagai bidang prioritas kerja sama, seperti keberlanjutan (sustainability), pengembangan sumber daya manusia, teknologi, kesehatan, hingga hubungan internasional.
“Kerja sama dapat dimulai dari riset bersama. Kita bisa saling menawarkan topik, lalu mengembangkannya menjadi kolaborasi konkret,” jelasnya.
Ia juga membuka peluang kolaborasi multilateral yang melibatkan lebih dari dua universitas, termasuk kampus dari negara lain.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor I Umsida, Prof Hana Catur Wahyuni, menyampaikan bahwa Umsida saat ini tengah mengembangkan tiga fokus utama riset, yaitu energi terbarukan, sustainability, dan digitalisasi.
Ketiga bidang tersebut telah terintegrasi dalam berbagai penelitian lintas sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
“Saat ini Umsida juga menerima pendanaan dari BRIN yang dapat dikembangkan lebih lanjut bersama mitra luar negeri,” terangnya.
Ia berharap kunjungan ini tidak berhenti pada seremoni, tetapi berlanjut ke tahap teknis melalui kolaborasi dosen dan unit kerja, khususnya Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM).
“Kami berharap ada tindak lanjut berupa diskusi teknis antar dosen, sehingga kerja sama ini bisa segera terealisasi,” ujarnya.
Kunjungan UTAR ke Umsida menjadi langkah konkret dalam memperluas jaringan internasional sekaligus memperkuat kolaborasi akademik global. Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas riset, inovasi, dan daya saing perguruan tinggi di tingkat internasional.





0 Tanggapan
Empty Comments