Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

UMY Gandeng NUS Kembangkan AI Prediktif untuk Perkuat Layanan Rumah Sakit Nasional

Iklan Landscape Smamda
UMY Gandeng NUS Kembangkan AI Prediktif untuk Perkuat Layanan Rumah Sakit Nasional
diskusi bersama TLI-AP NUS dan UMYdi Student Dormitory UMY, Kamis (29/1/2026), Foto: Ihsan Darmawan
pwmu.co -

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bersama The Logistics Institute–Asia Pacific (TLI-AP), National University of Singapore (NUS), menjalin kolaborasi strategis internasional dalam pengembangan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Pengembangan AI ini secara khusus diarahkan untuk meningkatkan efisiensi layanan rumah sakit serta memperkuat kesiapsiagaan sistem kesehatan di Indonesia.

Kolaborasi tersebut difokuskan pada pengembangan sistem AI-driven infection surveillance yang mampu memprediksi lama rawat inap pasien.

Sistem ini diharapkan dapat membantu rumah sakit menekan kepadatan layanan, menurunkan biaya operasional, serta meminimalkan risiko gangguan pelayanan, terutama saat terjadi lonjakan pasien akibat wabah penyakit menular maupun bencana.

Koordinator kolaborasi dari UMY, Dr. dr. Supriyatiningsih, M.Kes., Sp.OG., menjelaskan bahwa riset ini berangkat dari kondisi nyata layanan kesehatan di Indonesia dengan memanfaatkan data dari 11 Rumah Sakit Muhammadiyah sebagai basis pengembangan awal.

“Walaupun belum berskala nasional, ini menjadi titik awal yang sangat penting. Data rumah sakit Muhammadiyah selama ini juga kerap menjadi rujukan pemerintah pusat,” ujar Supriyatiningsih dalam sesi diskusi bersama TLI-AP NUS dan UMY di Student Dormitory UMY, Kamis (29/1/2026).

Menurutnya, tantangan rumah sakit di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga keterbatasan sumber daya, tingginya beban layanan, serta kerentanan terhadap bencana.

Wakil Rektor UMY Bidang Riset, Inovasi, dan Hilirisasi ini menambahkan bahwa kolaborasi tersebut diarahkan untuk menghadirkan solusi nyata bagi manajemen rumah sakit, termasuk dalam situasi darurat dan kebencanaan yang kerap terjadi di Indonesia.

Sementara itu, Executive Director TLI-AP NUS, Dr. Robert de Souza, menegaskan bahwa kolaborasi dengan UMY dirancang sebagai kerja sama jangka panjang yang berorientasi pada hasil nyata.

Dia menyebut kerja sama ini sebagai salah satu kolaborasi tercepat yang pernah dijalankan institusinya, berkat dukungan kuat dari pimpinan universitas mitra.

“Kami dan pemerintah Singapura sangat fokus pada hasil. Karena itu, riset yang kami lakukan bersama UMY harus berdampak secara operasional dan ekonomi,” jelas Robert seperti dilansir di laman resmi UMY.

Selain pengembangan AI untuk manajemen rumah sakit, kolaborasi UMY dan NUS juga mencakup dua sektor lainnya.

Kedua universitas mengembangkan serious games sebagai metode pembelajaran interaktif di bidang logistik dan manajemen kesehatan, serta menyusun course on infectious diseases yang mengintegrasikan perspektif kesehatan masyarakat, logistik, dan teknologi digital.

Koordinator kolaborasi dari NUS, Dr. Giuseppe Timperio, menambahkan bahwa kerja sama ini juga diarahkan pada publikasi ilmiah bersama di jurnal internasional bereputasi, tanpa meninggalkan tujuan utama untuk menghadirkan solusi terapan bagi rumah sakit dan para pemangku kepentingan di bidang kesehatan.

“Isu yang kami tangani sangat relevan secara global. Dengan pendekatan AI, serious games, hingga pelatihan, kami melihat peluang besar untuk menghasilkan riset bermutu tinggi sekaligus memberikan manfaat nyata bagi layanan kesehatan,” pungkas Giuseppe. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu