Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Undang Orangtua Siswa Baru, SDMM Bahas Materi Penting Ini

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Ria Pusvita Sari MPd saat menyampaikan pentingnya Parenting Education di Aula SDMM. (Khoirul Anwar/PWMU.CO)

PWMU.CO – Undang orangtua siswa kelas I, SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik Jawa Timur menggelar Parenting Education Program, Sabtu (15/7/2023).

Kepala SDMM Ria Pusvita Sari MPd menjelaskan acara ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan dalam mendukung perkembangan anak-anak.

“Tema kegiatan ini adalah Disiplin Positif untuk Mengatasi Toxic Parenting,” ujarnya.

Dia menuturkan, dalam acara ini sekolah mengundang motivator dari Surabaya Misbakhul Munir SPdI MM.

Dalam sambutannya, dia menyampaikan dalam menjalankan orangtua kita perlu pola pengasuhan yang baik. Terkadang kita menganggapnya baik ternyata kurang sehat, maka perlu kita pelajari agar tidak terjangkit Toxic Parenting yang dapat mengurangi tingkat kepercaaan diri anak.

Pelatih Ahli Guru Penggerak Angkatan I ini menghimbau kepada orangtua untuk mengikuti kegiatan Parenting Educatioan ini agar dapat bermanfaat.

“Agar disiplin positif ini diketahui dan dapat menciptakan pendampingan ke anak-anak sesuai dengan umur mereka secara wajar tidak secara emosional,” terangnya.

Dengan adanya kolaborasi yang sehat antara orangtua di rumah dan guru di sekolah akan menciptakan lingkungan pendidikan yang seimbang. “Tidak hanya di sekalah, tetapi pendidikan di rumah,” tambhanya.

Maka, tegasnya, kita bisa membantu anak-anak kita untuk tumbuh secara mandiri dan bisa menyelesaikan konflik mereka sendiri.

Di akhir sambutannya, dia menekankan bagaimana pentingnya sebuah kedewasaan anak saat bertemu konflik. Terkadang guru-guru sengaja menciptakan konflik saat mendidik anak agar mereka belajar bagaimana mengaturnya.

“Pendidikan ini diberikan khususnya kepada siswa kelas I yang akan menghadapi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS),” ungkapnya.

Kami sengaja ciptakan konflik di anak-anak khususnya kelas I. Misalnya di saat anak-anak mewarnai kami hanya memberikan 1 kotak crayon bukan 5 bukan berarti kami tega kepada anak-anak tapi untuk melihat bagaimana anak-anak dapat mengatasi dengan emosinya sendiri dalam berinteraksi antar teman.

Gaya jenaka Coach Misbah saat bertanya pertanyaan retoris tentang potensi anak-anak. (Khoirul Anwar/PWMU.CO)

Toxic Parenting

Dalam materinya, Misbakhul Munir mengungkapkan Toxic Parenting adalah ketika orangtua membatasi gerak dan keinginan anak untuk berkembang sehingga anak tersebut menyembunyikan identitas dirinya.

“Anak suka dengan kegiatan menari, bernyanyi dan bahkan menjadi peraga busana tapi orangtua tidak menghendaki sehingga anak tersebut minder,” jelasnya.

Dia menuturkan, yang menetukan keinginan dan cita-cita anak kita jadi apa bukan kita. Kesalahan fatal kita sebagai orangtua dalam berdakwah dan mendidik itu selalu memikirkan hasilnya.

“Itu bukan wilayah kita, tugas kita adalah mendidik, mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki oleh anak-anak kita,” ujarnya.

Jadi, ungkapnya, anak-anak dibiarkan dalam masa pertumbuhan dan perkembangkan. Seluruh stimuli dari sisi akalnya dan motoriknya berjalan secara maksimal. “Nanti biar Allah yang akan mengaitkan seluruh benang-benang merahnya (potensinya),” imbuhnya. (*)

Penulis Zaki Abdul Wahid. Editor Ichwan Arif.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu