
Program Pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk Pelatihan Penelitian Kolaborasi S-2 dan S-3 UNESA di SD Muhammadiyah Manyar. (Syafa’atul Ilmiyah/PWMU.CO).
PWMU.CO – Kolaborasi antara SD Muhammadiyah Manyar dan Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) telah terwujud.
Hal tersebut melalui kegiatan Pelatihan Modifikasi Perilaku Positif untuk Regulasi Emosi Siswa dengan Gangguan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) bagi Guru SD.
Lebih lanjut, pelatihan ini menjadi bagian dari Program Pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk Pelatihan Penelitian Kolaborasi S-2 dan S-3 UNESA. Adapun kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas guru dalam menghadapi tantangan pendidikan inklusif.
Bekali Keterampilan Dasar Konseling
Pelatihan ini bertujuan untuk membekali guru SD dengan keterampilan dasar konseling dan strategi pengelolaan emosi bagi siswa dengan ADHD.
Selain itu, kegiatan ini menjadi jembatan penguatan kerja sama antara perguruan tinggi dan sekolah mitra dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang pendidikan inklusif.
Kegiatan terlaksana dalam dua sesi. Sesi pertama berlangsung secara daring pada Selasa (13/05/2025) dengan menghadirkan dua narasumber ahli dari UNESA.
Mereka adalah Dr Elisabeth Christiana MPd yang membawakan materi tentang pemahaman ADHD secara komprehensif, serta Ayong Lianawati MPd yang menjelaskan prinsip-prinsip dasar modifikasi perilaku.
Peserta sesi daring terdiri dari para guru kelas 1 hingga 6 SD Muhammadiyah Manyar. Antara lain Indah Nur Rahmawati SPsi (Kelas 1), Nur Yanidha Qomariyah SPd (Kelas 2), dan Wardatul Khumairok SPd (Kelas 3).
Kemudian Ria Eka Lestari SSi (Kelas 4 dan penanggung jawab BK), Niswatul Mujtahidah SE (Kelas 5), dan Syafa’atul Ilmiyah SPd (Kelas 6).
Sesi kedua terhelat secara luring pada Kamis (15/05/2025) di SD Muhammadiyah Manyar. Kegiatan bermula dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars UNESA, dan Mars SD Muhammadiyah Manyar.
Sambutan hangat tersampaikan oleh Kaprodi S-2 BK UNESA, Dr Elisabeth Christiana MPd dan Kepala SD Muhammadiyah Manyar, Ustazah Ria Pusvita Sari, MPd.
Salah satu sesi yang paling menarik adalah praktik permainan edukatif Ular Tangga PaDeDi (Paham Dengan Diri), dengan panduan Ria Eka Lestari SSi, Penjab Bimbingan Konseling di SDMM.
Permainan ini mengintegrasikan pengembangan konsep diri, keterampilan sosial, refleksi, dan orientasi karir melalui tantangan-tantangan yang menarik dan menyenangkan.
Pentingnya Memahami Karakteristik PDBK
Selain permainan, peserta juga terbekali dengan materi mendalam tentang ABC Analysis dan teknik modifikasi perilaku untuk mengelola emosi siswa ADHD.
Dr Elisabeth menekankan pentingnya memahami karakteristik khas peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK), seperti kecenderungan terhadap visualisasi, rutinitas, dan keteraturan.
Bahkan, ujarnya, Guru juga perlu memahami baseline atau kondisi awal siswa sebagai dasar dalam pemberian intervensi yang efektif.
Pelatihan semakin hidup dengan sesi role play di mana peserta mempraktikkan teknik konseling dalam situasi nyata. Kegiatan berakhir dengan penerapan pendekatan TEACCH (Treatment and Education of Autistic and related Communication-handicapped Children) di ruang terapi lantai 3 SD Muhammadiyah Manyar.
Ruang terapi terdiri dari lima area fungsional yang dipisahkan dengan sekat fleksibel: Area visualisasi jadwal harian, Ruang bermain (play therapy), Ruang pustaka terapi (biblioterapi), Ruang istirahat, Area belajar mandiri
Dengan fasilitas ini, pelatihan tidak hanya bersifat teoritis. Tetapi juga aplikatif, sehingga memberi pengalaman langsung kepada guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah dan mendukung bagi siswa ADHD.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara UNESA dan SD Muhammadiyah Manyar dalam mewujudkan ekosistem pendidikan yang adaptif dan inklusif. Di mana setiap siswa memiliki ruang untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan kebutuhannya.
Penulis Syafa’atul Ilmiyah, Editor Danar Trivasya Fikri





0 Tanggapan
Empty Comments