Perubahan lanskap komunikasi di era digital mendorong organisasi keagamaan untuk bertransformasi dalam menyampaikan pesan dakwah.
Menjawab tantangan tersebut, tim pengabdian masyarakat skema RisetMu dari Universitas Muhammadiyah Jember menghadirkan program penguatan strategi komunikasi dakwah digital.
Kegiatan yang diperuntukkan bagi Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Jember ini berlangsung pada Minggu (08/02/2026).
Tingkatkan Kapasitas Mitra
Lebih lanjut, program ini berfokus pada peningkatan kapasitas mitra dalam mengelola media sosial secara kreatif, strategis, dan berkelanjutan.
Berdasarkan hasil survei terhadap 192 anggota, sebagian besar diketahui aktif memanfaatkan media sosial untuk membaca berita maupun mengakses literatur dakwah keislaman.
Namun demikian, pemanfaatan media digital organisasi dinilai masih belum optimal. Akun Instagram @aisyiyah.jember memang aktif, tetapi kontennya masih didominasi informasi kegiatan.
Serta, belum banyak mengembangkan pendekatan storytelling, desain visual yang kuat, maupun video dakwah singkat yang lebih komunikatif dan relevan bagi generasi muda.
Kondisi ini menunjukkan perlunya penguatan wawasan strategi komunikasi sekaligus peningkatan keterampilan teknis produksi konten kreatif.
Melalui program ini, tim menghadirkan tiga langkah strategis. Yakni sosialisasi konsep strategi komunikasi dakwah digital, penyusunan modul panduan dakwah digital. Serta pelatihan dan pendampingan pembuatan konten kreatif meliputi video, desain grafis, dan copywriting.
Kegiatan berlangsung secara bertahap. Bermula dari penguatan konsep, kemudian perancangan panduan operasional, hingga pelatihan teknis agar pengelola media sosial mampu memproduksi konten secara mandiri dan konsisten.
Evaluasi terlaksana melalui pre-test dan post-test untuk mengukur keberhasilan transfer pengetahuan. Beserta target produksi minimal tiga hingga empat konten kreatif setiap bulan sebagai indikator keberlanjutan program.
Strategi Komunikasi yang Tepat
Ketua Tim RisetMu, Syah Riza Octavy Sandy, menegaskan bahwa dakwah digital bukan sekadar memindahkan ceramah ke media sosial. Tetapi membutuhkan strategi komunikasi yang tepat.
“Dakwah di era digital harus dikemas secara kreatif, tersegmentasi, dan relevan dengan kebutuhan audiens. Melalui program ini, kami ingin memastikan PDA Jember memiliki fondasi strategi dan keterampilan teknis yang kuat agar pesan dakwah dapat menjangkau masyarakat lebih luas dan berdampak” ujarnya.
Program ini juga menargetkan luaran berupa artikel ilmiah pada jurnal terakreditasi, publikasi media massa elektronik, video kegiatan, serta pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Dengan pendekatan berbasis kebutuhan mitra, harapannya kegiatan ini mampu memperkuat peran PDA Jember sebagai motor dakwah digital yang moderat dan progresif di tingkat daerah.
Melalui inisiatif ini, Universitas Muhammadiyah Jember kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi dakwah berbasis teknologi informasi.
Sekaligus memperkuat kapasitas Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Jember dalam menghadirkan konten dakwah yang mencerahkan, relevan, dan berdampak luas di era digital.






0 Tanggapan
Empty Comments