Suasana pagi yang cerah menyambut seluruh siswa SD Muhammadiyah 1 GKB (Mugeb Primary School/PS) yang berbaris rapi di Arena Lapangan Timur, Senin (19/1/2026). Mereka mengikuti upacara rutin bulanan yang menjadi sarana pembinaan karakter dan kedisiplinan warga sekolah.
Upacara kali ini dipimpin oleh Suhartutik, S.Pd., guru Mugeb PS, yang bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, ia mengangkat tema “Clean Environment, Healthy Life” atau lingkungan bersih untuk hidup yang sehat.
Di hadapan ratusan siswa, Tutik—sapaan akrabnya—menegaskan bahwa kebersihan dan kesehatan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Menurutnya, lingkungan sekolah yang bersih akan menciptakan suasana belajar yang nyaman sehingga siswa dapat lebih fokus dan bersemangat mengikuti pelajaran.
“Kebersihan sekolah membuat kita nyaman dan betah di sekolah. Kalau lingkungan kotor, kita jadi malas dan mudah sakit,” tuturnya penuh semangat.
Ia juga menjelaskan bahwa tubuh yang sehat merupakan modal utama untuk meraih prestasi. Siswa yang menjaga kebersihan diri akan lebih jarang sakit, lebih aktif, dan lebih mudah menyerap pelajaran di kelas.
Lebih lanjut, guru kelas VI itu mengingatkan pentingnya membiasakan perilaku sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti mencuci tangan sebelum makan, membawa bekal sehat, serta membuang sampah pada tempatnya. Ia menekankan bahwa kebiasaan baik tersebut hendaknya dilakukan bukan karena takut pada guru, melainkan atas kesadaran diri.
“Kebersihan seseorang adalah cerminan pribadinya. Jika kita disiplin menjaga kebersihan, berarti kita juga sedang belajar menghargai diri sendiri dan orang lain,” jelasnya.
Di akhir amanatnya, Tutik mengajak seluruh siswa untuk memulai perubahan dari hal kecil. “Mari menjaga kebersihan dari diri kita sendiri, dari kelas kita sendiri, dan dari sekolah yang kita cintai ini,” tegasnya, disambut tepuk tangan para siswa.
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap kesadaran hidup bersih dan sehat semakin tertanam kuat dalam diri seluruh siswa, tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di rumah dan masyarakat. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments