Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Upacara Sabtu Pagi Mamsaka: Hentikan Kebencian dengan Kebaikan

Iklan Landscape Smamda
Upacara Sabtu Pagi Mamsaka: Hentikan Kebencian dengan Kebaikan
Upacara Sabtu pagi di MA Muhammadiyah 1 Karangasem, Paciran (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Madrasah Aliyah Muhammadiyah 1 Karangasem, Paciran, Lamongan (Mamsaka) kembali menggelar upacara bendera rutin pada Sabtu pagi (13/9/2025). Kegiatan yang berlangsung di lapangan utama madrasah ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan dengan penuh khidmat.

Selain menanamkan kedisiplinan, upacara ini juga menjadi ajang penting untuk memberikan pesan moral bagi siswa.

Bertindak sebagai pembina upacara, Fitriyah Ningsih MPd, salah satu guru di Mamsaka. Ia menyampaikan pesan berharga tentang cara menyikapi kebencian.  Menurutnya, kebencian dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti bully-an, hinaan, atau bahkan fitnahan.

Ia mengingatkan bahwa kebencian biasanya tidak datang sendirian. Sering kali, kebencian itu mengajak orang lain untuk ikut membenci sehingga menimbulkan lingkaran negatif yang semakin luas.

“Kita tidak boleh membalas kebencian dengan kebencian. Jika kita membalas dengan cara yang sama, maka kebencian akan terus berlanjut. Balaslah kebencian dengan kebaikan, karena hanya dengan itulah suasana damai bisa tercipta,” tegasnya di hadapan seluruh peserta upacara.

Pesan tersebut menjadi pengingat penting bagi siswa agar mampu menjaga sikap dalam pergaulan sehari-hari. Lingkungan madrasah, tambahnya, harus menjadi tempat tumbuhnya karakter yang baik, bukan ruang yang menumbuhkan permusuhan.

Oleh karena itu, siswa diminta untuk berani menolak ajakan kebencian dan tidak mudah terprovokasi oleh sikap negatif orang lain.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Para peserta upacara menyimak pesan tersebut dengan penuh perhatian. Pembina upacara menekankan bahwa membalas kebencian dengan kebaikan memang tidak mudah, namun itulah jalan terbaik untuk menghentikan siklus kebencian.

Ia juga mendorong siswa agar mampu menjadi teladan dengan menunjukkan sikap sabar, pemaaf, dan bijaksana dalam menghadapi konflik.

Upacara Sabtu pagi kemudian ditutup dengan doa bersama agar seluruh warga madrasah diberi kekuatan untuk mengamalkan pesan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Setelah itu, kegiatan belajar mengajar dilanjutkan sesuai jadwal.

Melalui pesan moral ini, Mamsaka berharap para siswa tidak hanya tumbuh menjadi generasi cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia dan mampu membawa kedamaian di lingkungannya. Upacara kali ini pun meninggalkan kesan mendalam bagi semua yang hadir.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu