Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Upacara Tiga Bahasa Warnai Pagi SD Muhdelta

Iklan Landscape Smamda
Upacara Tiga Bahasa Warnai Pagi SD Muhdelta
Upacara Tiga Bahasa Warnai Pagi SD Muhdelta. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Pagi yang cerah pada Senin (2/2/2026) membuat halaman Sekolah Hebat SD Muhdelta tampak lebih semarak dari biasanya. Seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan berbaris rapi mengikuti upacara bendera dengan tertib dan penuh semangat kebersamaan.

Upacara kali ini terasa istimewa karena seluruh rangkaian kegiatan dipandu menggunakan tiga bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Arab. Konsep ini menghadirkan suasana berbeda sekaligus menjadi sarana pembelajaran bahasa bagi seluruh peserta.

Petugas protokol upacara, Mikhayla dari kelas VI B, tampil percaya diri memandu jalannya kegiatan. Dengan suara jelas dan sikap tenang, ia membuka upacara dengan pengumuman tiga bahasa yang mengajak seluruh peserta menyiapkan diri. Sejak saat itu, peserta tidak hanya mengikuti instruksi, tetapi juga menyimak setiap rangkaian kalimat yang disampaikan secara berurutan dalam tiga bahasa.

Pengaturan barisan dipimpin oleh para pemimpin barisan, yakni Kenzie, Fais, Kamila, Fawaz, Faro (kelas VI A), serta Fadli (kelas VI B). Keenam siswa tersebut bergerak sigap memastikan barisan tetap lurus, rapi, dan tertib. Setiap pergantian posisi selalu diiringi aba-aba protokol dalam tiga bahasa sehingga jalannya upacara tetap kondusif.

Ketika upacara dimulai, Wafi dari kelas VI A selaku pemimpin upacara mengambil alih komando dengan sikap tegas dan penuh tanggung jawab. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan terkoordinasi dengan baik di bawah kepemimpinannya.

Momen pengibaran bendera Merah Putih menjadi bagian paling khidmat. Tiga petugas pengibar bendera, yakni Adzra dan Belva dari kelas VI A serta Khansa dari kelas IV A, melangkah mantap menuju tiang bendera. Dengan kerja sama dan konsentrasi tinggi, mereka melaksanakan tugas dengan baik, diiringi aba-aba protokol tiga bahasa yang menambah kekhidmatan upacara.

Usai pengibaran bendera, pembacaan Undang-Undang Dasar 1945 dibacakan oleh Keizha dari kelas IV A dengan suara lantang dan sikap tegap. Seluruh peserta menyimak dengan penuh perhatian. Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila yang dipimpin Lutfi dari kelas V B. Seluruh peserta mengikuti pembacaan dengan sikap sempurna, mencerminkan semangat kebangsaan dan cinta tanah air.

Upacara Tiga Bahasa Warnai Pagi SD Muhdelta. Foto: Istimewa/PWMU.CO

Suasana semakin khusyuk saat memasuki pembacaan doa yang dipimpin Aqila dari kelas VI B. Dengan suara lembut dan penuh penghayatan, doa dipanjatkan agar seluruh warga sekolah senantiasa diberi kesehatan, keselamatan, kemudahan belajar, serta kelancaran meraih cita-cita.

Amanat pembina upacara disampaikan oleh Laily. Dalam amanatnya, ia menekankan pentingnya disiplin, tanggung jawab, sikap saling menghormati, serta semangat belajar dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh petugas upacara yang telah berlatih dengan sungguh-sungguh.

Sejalan dengan tema kegiatan, Laily menyampaikan sebagian amanatnya dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Arab setelah Bahasa Indonesia. Hal tersebut menjadi contoh nyata bahwa bahasa asing dan Bahasa Arab dapat digunakan dalam kegiatan resmi sekolah, termasuk upacara bendera.

Hingga penutupan, protokol tetap konsisten menggunakan tiga bahasa secara berurutan. Penutupan upacara berlangsung tertib dan lancar.

Melalui upacara bendera dengan konsep protokol tiga bahasa ini, SD Muhdelta tidak hanya menanamkan nilai nasionalisme dan kedisiplinan, tetapi juga membiasakan peserta didik berani berkomunikasi, terbuka terhadap perkembangan global, serta tetap menjaga identitas keislaman.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu