Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Usia Bertambah, Kematian Menanti: Apa yang Sudah Kita Siapkan?

Iklan Landscape Smamda
Usia Bertambah, Kematian Menanti: Apa yang Sudah Kita Siapkan?
pwmu.co -
Potret Helman Sueb kontributor PWMU (Helman Sueb/PWMU.CO)

Oleh: Moh. Helman Sueb (Pembina Pesantren Muhammadiyah Babat, Lamongan)

PWMU.CO Dalam reuni, tersimpan kebahagiaan tersendiri karena lama tidak bertemu. Puluhan tahun berlalu, namun rasa gembira, senang, haru, dan bangga tetap ada, seolah-olah usia terasa lebih muda.

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.”

Sabda beliau ini memberikan pelajaran agar kita terbiasa bersilaturahmi. Tujuannya, agar umur kita dipanjangkan dalam arti bilangan usia kita semakin bertambah. Dapat juga diartikan, sekalipun kita sudah meninggal dunia, tetapi nama kita tetap dikenang.

Dalam mengarungi samudra kehidupan yang fana ini, kita diajarkan agar tidak takut mati, karena semua manusia pasti akan merasakannya. “Tiap-tiap jiwa akan merasakan mati, dan Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.”
(QS. Al-Anbiya’: 35)

Kematian atau tutup usia yang dialami seseorang merupakan pertanda bahwa ia akan kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka, kita tidak perlu takut mati. Ke mana pun kita lari, kematian akan mengejar, sekalipun kita berada di benteng yang kokoh.

Di samping itu, kita disadarkan bahwa hidup tidak terlepas dari ujian, baik yang menyenangkan maupun yang menyedihkan. Kita tidak dapat menolaknya. Manusia cenderung merasakan beratnya ujian yang buruk, sehingga ada yang bersabar, dan ada juga yang mengeluh. Orang yang sabar dalam menghadapi ujian adalah orang beriman yang wajib kita teladani.

Ujian yang baik akan membuat orang beriman bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan bertambah semangat untuk meraih kebaikan. Beginilah ciri orang yang beriman yang seharusnya kita pertahankan dalam kehidupan, sehingga mampu menghadapi masalah dengan senyuman.

Bertambahnya usia bukan untuk ditakuti, tetapi harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Jangan disia-siakan. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umurnya dan bagus perilakunya.”

Artinya: “Abdullah bin Busr radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa ada seorang Arab Badui berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ‘Wahai Rasulullah, siapakah sebaik-baik manusia?’ Beliau menjawab, ‘Siapa yang paling panjang umurnya dan baik amalannya.’” (HR. Tirmidzi)

Hadis ini merupakan motivasi bagi kita untuk memanfaatkan usia dengan baik dan tidak takut terhadap bertambahnya usia. Dengan usia yang panjang, kita memiliki lebih banyak kesempatan untuk menjadi orang baik, bahkan calon penghuni surga. Kemauan dan semangatlah yang akan mampu menghantarkan kita menuju jalan kemuliaan.

Maka, sebagai orang beriman, kita tidak boleh putus asa dalam meraih cita-cita. Semoga kita mampu memanfaatkan usia, menjadikan usia bermanfaat, dan meraih cahaya dalam kehidupan.

Editor Zahra Putri Pratiwig

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu