Masa tua adalah fase akhir kehidupan yang dimulai sekitar usia 60 tahun ke atas, ditandai dengan perubahan fisik dan mental, tetapi juga peluang untuk menikmati hidup lebih tenang, fokus pada kebahagiaan, dan kegiatan ibadah.
Untuk menghadapi hari tua adalah menyiapkan mental, fisik (lewat olahraga ringan), dan finansial (dana pensiun/investasi), serta menjaga hubungan sosial agar tetap produktif dan bahagia di hari tua.
Dan engkau yang sedang menua, bukan menjadi lemah, tapi sedang diberi karunia untuk memahami yang tak sempat dibaca ketika muda.
Engkau kini sampai di musim hidup di mana kecepatan bukan lagi ukuran, melainkan kematangan jiwa, kejernihan hati, dan lapangnya dada.
Kini saatnya merawat diri, bukan mengejar dunia lagi. Dunia yang pernah dikejar setengah mati, sekarang tinggal kenangan dan untuk disyukuri. Dunia dan segala kenikmatannya hanya akan memuaskan bila disyukuri.
Masa senja bukan saatnya untuk meraih kebanggaan, prestasi dan prestise. Tetapi untuk merawat hati dan jiwa. Merawat diri di usia tua adalah bentuk syukur. Sehat dihari tua adalah anugerah. Taat di hari tua adalah berkah.
Saatnya ber kontemplasi, hindari hiruk-pikuk yang menenggelamkan jiwa. Tidak semua event harus dihadiri.
Tak semua undangan layak disambut.Tidak semua percakapan patut ditanggapi. Tidak semua berita harus diketahui. Tidak semua kejadian perlu dikomentari.
Kini saatnya memilih, bukan karena eksklusif, egois, bukan, tapi karena paham bahwa damai lebih berharga dari sekadar ramai.
Tua bukan berarti usang, tapi matang. Dan yang matang, tak mudah goyah oleh gaduh.
Terangi Usia dengan memberi, tanpa perlu dikenal. Jangan risau jika kebaikan tak disebut. Jangan kecil hati bila dilupakan. Sebab tangan yang memberi di usia senja adalah cahaya yang disimpan Tuhan diam-diam.
Di usia senja, kebaikan tak lagi untuk pujian, tapi untuk persiapan pulang. Maafkan masa lalu. Makin tua, makin terasa bahwa yang terberat bukan beban di pundak, tapi luka yang masih diingat. Isi waktu bukan dengan penyesalan, tapi dengan syukur atas segala yang masih bisa dinikmati hari ini.
Usia tua adalah surat cinta dari langit. isinya adalah kesempatan untuk kembali kepada diri, kepada Tuhan, dan kepada hidup yang sebenar-benarnya. Untuk menyempurnakan perjalanan menuju tujuan hidup.
Jangan malah tua-tua keladi, makin tua, makin menjadi. Dalam hadis disebutkan:
قَلْبُ الشَّيْخِ شَابٌّ عَلَى حُبِّ اثْنَتَيْنِ حُبِّ الْعَيْشِ وَالْمَالِ
“Masih ada yang sudah berumur memiliki hati seperti anak muda yaitu mencintai dua hal: cinta berumur panjang (panjang angan-angan) dan cinta harta.” (HR. Muslim, no. 1046)
Dalam riwayat lain disebutkan:
يَهْرَمُ ابْنُ آدَمَ وَتَشِبُّ مِنْهُ اثْنَتَانِ الْحِرْصُ عَلَى الْمَالِ وَالْحِرْصُ عَلَى الْعُمُرِ
“Ada yang sudah tua dari usia, namun masih bernafsu seperti anak muda yaitu dalam dua hal: tamak pada harta dan terus panjang angan-angan (ingin terus hidup lama).” (HR. Muslim, no. 1047). (*)






0 Tanggapan
Empty Comments