TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 38 Kota Baru Driyorejo, Gresik, turut memeriahkan karnaval tingkat kecamatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan. Acara ini dipusatkan di wilayah Kota Baru Driyorejo, Sabtu (9/8/2025).
Dalam kegiatan tersebut, para siswa TK ABA 38 Kota Baru Driyorejo tampil mengenakan pakaian adat dari empat daerah di Indonesia, yakni Jawa, Minangkabau, Sulawesi, dan Solo, yang mencerminkan kekayaan budaya nusantara. Mereka dengan antusias dan semangat rela bangun pagi untuk mempersiapkan diri mengikuti karnaval ini.
Kegiatan yang digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia ini mengusung tema “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju,” yang diikuti oleh siswa tingkat PAUD/TK/RA.
Acara karnaval ini dipusatkan di halaman SMKN 1 Driyorejo yang berlokasi di Jalan Mirah Delima, Desa Gadung, Kecamatan Driyorejo, Gresik. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Camat Driyorejo, M Amri.
Tercatat sebanyak 2.400 peserta turut ambil bagian dalam karnaval ini. Mereka berasal dari 16 desa di wilayah Kecamatan Driyorejo, yakni: Bambe, Banjaran, Gadung, Driyorejo, Mulung, Petiken, Cangkir, Karangandong, Krikilan, Mojosarirejo, Kesamben Wetan, Randegansari, Wedoroanom, Sumput, Tenaru, dan Tanjungan. Masing-masing desa mengirimkan perwakilannya untuk meramaikan kegiatan ini.
TK ABA 38 Kota Baru Driyorejo, yang berada di wilayah Desa Gadung, mengirimkan empat tim karnaval dengan total 40 siswa dari kelas TK B. Mereka didampingi oleh delapan orang guru dan telah bersiap sejak pukul 06.00 WIB untuk mengikuti karnaval tingkat kecamatan ini.
“Aku bangun setelah adzan Shubuh dan tidak rewel,” celoteh salah satu siswa kelas B2 Saudah, Habiyah Akhirah Sarah. Biyah, sapaan akrabnya, tampil mengenakan kostum karnaval bernuansa Jawa, berupa atasan lurik cokelat yang dipadukan dengan bawahan kain batik bermotif kawung berwarna senada.
“Siswa kami diberi properti berupa bakul kecil yang berisi sayuran seperti kangkung, bayam, sawi, kacang panjang, tomat, terong, dan lainnya. Ini sekaligus menjadi media pembelajaran untuk mengenalkan kepada anak-anak bahwa pada zaman dulu, menyimpan atau membeli sayuran di pasar tidak menggunakan plastik kresek, melainkan memakai bakul seperti ini,” tutur salah satu guru pendamping yang mengawal Tim 1 dengan nomor urut 140, Yuniarsih SPd.
Keceriaan juga tampak dari wajah salah satu siswa yang ikut dalam karnaval, Arjuna Surya Tama.
“Senang, banyak teman-teman,” ucapnya sambil tersenyum, matanya berbinar penuh semangat. Juna, sapaan akrabnya, sudah terbiasa bangun sebelum Shubuh setiap hari. Semangat mengikuti karnaval membuatnya berhasil mengalahkan rasa kantuk dan tetap ceria sepanjang perjalanan.
Siswa kelas B6 Ummu Salamah ini tampil mengenakan beskap Jawa lengkap dengan blangkon, mencerminkan semangat pelestarian budaya yang diusung dalam kegiatan karnaval tahun ini.
Selain itu, siswa lainnya, Raisa Khairunisa, yang mengenakan baju adat dari Sulawesi yaitu Baju Bodo, tampak penuh semangat. Ia berjalan sambil menggenggam bendera Merah Putih di tangan kanannya, memancarkan antusiasme dalam menyambut Hari Kemerdekaan.
Sementara itu, salah satu guru pendamping, Khusnul Khotimah, menjelaskan bahwa karnaval kali ini bukan sekadar ajang euforia menyambut Hari Kemerdekaan, tetapi juga menjadi sarana edukatif untuk memperkenalkan keberagaman baju adat sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa.
“Tim 1 mengenakan baju adat Jawa dengan lurik cokelat, Tim 2 mengenakan busana pengantin Jawa, Tim 3 memakai baju adat Minang dari Sumatra dan Baju Bodo dari Sulawesi, sedangkan Tim 4 tampil dengan busana adat dodotan sederhana khas Solo,” jelasnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments