Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

WAG “Nulis di Media”, Cara IMM Lahirkan Penulis Muda Muhammadiyah

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Salah satu kegiatan kepenulisan DPD IMM Jatim. (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Menulis itu tidak harus banyak pertimbangan kata-kata apa yang akan dipakai, tetapi mulai dari mengonversi bahasa lisan ke dalam bahasa tulisan.

Sekretaris Bidang Media dan Komunikasi Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Timur Ade Chandra Sutrisna mengungkapkan hal itu dalam forum WhattsApp Group (WAG) “Nulis di Media”, Jumat (9/2/18).

Chat ini membantah kebingunganmu mau nulis apa. Kadang kita bingung bentuk tulisan apa yang akan kita buat, sedangkan menulis chat di WA atau menulis status di media sosial lainnya justru begitu mudah dilakukan,” ungkapnya menjawab pertanyaan dari salah satu anggota grup.

Ade—panggilan akrabnya menyampaikan berkenaan dengan topik apa yang harus ditulis itu sangat mudah.

“Mulailah menulis dari sebuah kegelisahan. Dengan sering berlatih tentu saja diiringi dengan membaca, insyaallah kata-kata akan mengalir begitu saja,” tuturnya.

Menurut Ade, dalam menulis ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Namun memang perlu sering latihan untuk mengasah kemampuan itu.

“Mulailah perhatikan hal-hal mendasar seperti peletakan titik dan koma. Karena peletakan titik dan koma merupakan perangkat fundamental dalam sebuah tulisan, agar pembaca dapat menyerap ide pokok kalimat secara efektif,” ujarnya.

Ade berpendapat, cara mudah untuk membiasakan diri menulis adalah dengan konsisten menggunakan bahasa serta tanda baca yang benar sekalipun itu dalam bentuk percakapan WA.

“Percayalah! Diharapkan forum ini bisa benar–benar melahirkan karya-karya otentik dari kader-kader se-Jatim yang tersebar di media massa, baik cetak maupun online, baik lokal atau nasional,” harapnya.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Ade menegaskan, menulis hal-hal yang disukai dan membuat jadwal khusus untuk menulis adalah cara konsisten terhadap apa yang ditulis.

Penjelasan Ade itu menjawab kegelisahan Kader Pimpinan Komisariat (PK) IMM Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang (Fisip UMM) Krisna Bayu Pamungkas.

“Bingung mau nulis apa? Terkadang topik sudah ada tapi bagaimana merangkai kata-kata?” tanya Bayu, sapaannya.

Selain Bayu, pertanyaan Fahmi Ahmad Fauzan juga terjawab tentang cara konsisten pada apa yang mau ditulis.

“Kemudian bagaimana kita agar tidak bingung dalam memulai untuk menuliskan ide-ide dan gagasan?” lanjut Fauzan.

Menulis, membuat kita tetap ada! (Khamilatus Shalikhah/TS)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡