
PWMU.CO – SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) menyambut tahun pelajaran baru 2025-2026 dengan menggelar kegiatan parenting bersama wali siswa baru. Acara ini bertujuan untuk menyosialisasikan program sekolah selama satu tahun ke depan.
Kegiatan berlangsung di Smamita Tower, Jalan Raya Ketegan No 35, Sepanjang, Taman, Sidoarjo, pada Sabtu (19/7/2025). Dalam kesempatan tersebut, Smamita menghadirkan Fityan Izza Noor Abidin SE Ak MSA, yang juga menjabat sebagai Wakil Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Fityan menyampaikan pentingnya keterlibatan antara wali siswa dan guru dalam mendampingi siswa menuju gerbang kesuksesan.
“Alhamdulillah, ketika saya berkunjung ke luar negeri, saya merasakan budaya Islam yang sangat kuat di dua negara, yaitu Brunei Darussalam dan Oman. Di sana, banyak sekolah yang tidak lagi menjadikan label agama sebagai nilai jual. Anak-anak di sekolah Muhammadiyah yang bisa mengaji dan shalat bukanlah sesuatu yang perlu dijual, tetapi merupakan kewajiban yang harus ditanamkan, terutama di sekolah Muhammadiyah wilayah Sepanjang,” ujarnya.
Fityan menekankan perlunya kerja sama yang erat antara orang tua dan guru agar pendidikan berbasis nilai keagamaan dapat berjalan dengan baik.
“Ancaman teknologi saat ini sangat berbahaya bagi generasi muda. Karena itu, komunikasi antara wali siswa dan guru harus terjalin dengan baik. Dengan adanya diskusi, masalah yang dihadapi siswa dapat diselesaikan bersama. Tanpa kerja sama yang kuat, mustahil pendidikan berjalan dengan baik,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa meskipun orang tua sibuk bekerja, komunikasi tetap harus menjadi prioritas. “Jika anak mengeluh tentang sekolah, jangan langsung menyimpulkan dari satu sisi. Salah satu kegagalan pendidikan adalah ketika orang tua terlalu membela anak tanpa melihat proses yang sebenarnya,” ungkap Fityan.
Menurutnya, sistem pendidikan dahulu dan sekarang sangat berbeda. Ia mencontohkan, dulu guru biasa membawa rotan saat mengajar dan siswa tidak mempermasalahkannya. Bahkan, siswa terbiasa membersihkan ruang kelas sendiri sebelum belajar dimulai.
“Sekarang, ketika siswa diminta membersihkan kelas, sering kali wali murid memprotes karena merasa itu tugas cleaning service. Padahal, pembiasaan seperti itu penting untuk menanamkan kedisiplinan dan tanggung jawab,” katanya.
Fityan mengajak seluruh wali siswa untuk mendukung guru demi terciptanya komunikasi yang baik dan menghindari kesalahpahaman. Ia juga meminta agar wali siswa merenungkan materi parenting di rumah, dan bila ada hal yang dirasa kurang, dapat disampaikan kepada pihak sekolah.
“Untuk menghadapi ancaman teknologi yang terus berkembang, kuncinya adalah menjadikan agama sebagai prioritas utama. Saya yakin tidak semua anak pandai dalam pelajaran, tetapi jika memiliki dasar agama yang kuat, insya Allah mereka akan memperoleh segalanya,” jelasnya.
Ia juga menutup sambutannya dengan pesan spiritual. “Jangan lupa memohon rahmat dan karunia dari Allah Swt. Jika shalat sudah benar, maka hal-hal lain akan mengikuti. Teruslah berdoa,” pungkas Fityan, yang juga merupakan alumni SMA Muhammadiyah 1 Taman.
Penulis Nashiiruddin Editor Wildan Nanda Rahmatullah






0 Tanggapan
Empty Comments