
PWMU.CO – Kabar membanggakan datang dari lingkungan SD Muhammadiyah 04 Kota Malang (SD Mupat). Wakil Kepala Sekolah, Ahmad Afwan Yazid MPd, resmi terpilih sebagai Guru Bestari Literasi Indonesia, sebuah penghargaan bergengsi yang diberikan kepada pendidik yang dinilai aktif dan inspiratif dalam mengembangkan budaya literasi di sekolah dan masyarakat.
Penghargaan ini diberikan oleh Forum Guru Bestari Literasi Indonesia yang prosesnya dilaksanakan selama kurang lebih 5 bulan, mulai dari bulan Januari hingga Mei 2025.
Penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para guru yang konsisten membangun kebiasaan membaca, menulis, dan berpikir kritis di lingkungan sekolah.
Ahmad Afwan Yazid dikenal sebagai sosok yang aktif menulis diberbagai website seperti PWMU.CO, Rahma.id, majelistabligh.id dan masih banyak yang lainnya.
Selain itu, beliau juga menggagas program literasi untuk Guru di SD Mupat bertajuk “Mata Pena” (Mupat Tadabbur Penuh Hikmah) yang terbit setiap hari Jumat.
Ia juga mendorong keterlibatan aktif guru dalam menulis artikel dan buku, termasuk mengadakan pelatihan kepenulisan di tingkat sekolah dan komunitas.
“Saya tidak pernah menyangka bisa mendapat penghargaan ini. Saya hanya ingin menjadikan literasi sebagai bagian dari budaya belajar yang menyenangkan di sekolah. Literasi bukan hanya soal membaca buku, tapi cara berpikir, bersikap, dan menumbuhkan rasa ingin tahu anak-anak,” ujar Ahmad Afwan Yazid saat diwawancarai usai ditetapkan sebagai Guru Bestari Literasi Indonesia, Jumat (12/7/2025).
Kepala SD Mupat, Hana Ayudah MPd turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut. “Kami sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian Pak Yazid. Beliau adalah sosok waka sekaligus guru yang rendah hati dan penuh semangat dalam membimbing guru dan siswa. Semoga pencapaian ini memacu semangat kami semua untuk terus bergerak dalam mencerdaskan generasi dengan kekuatan literasi,” ungkapnya.
Dengan terpilihnya sebagai Guru Bestari Literasi Indonesia, Ahmad Afwan Yazid juga berkesempatan menjadi narasumber nasional dalam berbagai kegiatan literasi, serta ikut menyusun modul pelatihan guru literasi tingkat nasional dibawah naungan Guru Bestari Literasi Indonesia.
Semangatnya dalam membangun gerakan literasi telah memberi inspirasi tidak hanya di lingkungan SD Mupat, tetapi juga bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah lainnya.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa dedikasi, inovasi, dan ketekunan guru mampu menjadi kunci keberhasilan pendidikan yang berkemajuan.(*)
Penulis Sherly Chaprillaputri Editor Zahrah Khairani Karim






0 Tanggapan
Empty Comments