
PWMU.CO – Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, M Rofiq Munawi MPdI menjalankan agenda rutin silaturahmi setelah selesai shalat Idul Fitri 1446 H, Senin (31/3/2025).
Sebelum pulang ke rumah, ia bersama keluarga menyempatkan diri berkunjung ke kediaman Drs H Nur Cholis Huda MSi yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur selama beberapa periode. Momen silaturahmi kali ini berlangsung dalam suasana hangat, penuh perbincangan ringan dan santai.
Saat itu, Nur Cholis juga didampingi oleh sang istri tercinta, Hj Nadlifah, sambil menikmati jajanan khas hari raya yang tersaji di meja. Keduanya berbincang santai, mengenang berbagai kenangan masa lalu. Tradisi silaturahmi ini telah dijalankan oleh M Rofiq dari tahun ke tahun.
Sebelumnya, ia juga pernah berkunjung ke beberapa tokoh, di antaranya yakni tahun 2024 ke tokoh Aisyiyah, Ibu Windrati yang satu cabang dengannya di Kenjeran, tahun 2023 ke Mantan Ketua PWM Jawa Timur sekaligus mantan Rektor Universitas Airlangga, Prof Fasicul Lisan Apt dan tahun 2022 ke Ustadz Marzuki Amar Fakih Abdul Jabar, guru semasa ia menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Maskumambang, Dukun, Gresik. Selain itu, pada tahun 2019, ia juga bersilaturahmi ke Hj Ida Laila (Almarhumah), penyanyi legendaris asal Surabaya.
“Silaturahmi merupakan ajang untuk mempererat tali persaudaraan antarsesama, yang tentunya sangat dianjurkan, terutama bagi umat Muslim. Kedatangan kami sekeluarga ke kediaman Ustadz Nur Cholis Huda tidak hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga untuk melihat kondisi kesehatannya saat ini,” ujar Rofiq.
Ia juga mengutip Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam:
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ عَلَيْهِ فِي رِزْقِهِ وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
“Barang siapa Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaknya ia menyambung silaturahminya dengan kerabat.” (HR. Bukhari)
Rofiq mengatakan bahwa ia memiliki rutinitas setelah melaksanakan shalat Idul Fitri, yaitu mengunjungi tokoh-tokoh Muhammadiyah yang berjasa besar dan berpengaruh dalam perjuangan Muhammadiyah. Secara spontan, pagi itu ia mengagendakan kunjungan ke kediaman Ustadz Nur Cholis sebelum pulang ke rumah. Beliau dikenal sebagai mantan dosen FIAD Fakultas Ushuluddin, Universitas Muhammadiyah Surabaya, saat kampus tersebut masih berlokasi di depan Pasar Kapasan.
“Beliau juga pernah menjadi wartawan di Surabaya Post pada masa mudanya dan bahkan sempat meliput penyanyi legendaris almarhumah Ida Laila. Setelah itu, beliau melanjutkan karier sebagai penulis buku hingga kini. Karya-karyanya terus dikembangkan dan diterbitkan oleh PWM Jawa Timur dengan berbagai judul yang inspiratif dan mencerahkan, yang sering kita kenal dan baca,” sambungnya.
Rofiq juga menyampaikan bahwa Ustadz Nur Cholis juga aktif di Cabang Kenjeran sebagai pengisi kajian kuliah Shubuh setiap Rabu pagi di Masjid At-Taqwa, Jalan Pogot Nomor 1-3. Namun, seiring bertambahnya usia yang kini menginjak 72 tahun, kondisi fisiknya mulai menurun, sehingga beliau tidak lagi cukup kuat untuk mengisi kuliah Shubuh secara rutin.
“Maka dari itu, kami sekeluarga sengaja bersilaturahmi ke Ustadz Nur Cholis yang sudah senior. Beliau sangat berjasa, sehingga kami prioritaskan untuk dikunjungi tahun ini, terlebih karena perannya sebagai tokoh di Cabang Muhammadiyah Kenjeran,” tuturnya.
Selanjutnya, Rofiq menambahkan bahwa Nur Cholis memang merupakan aktivis di PWM Jawa Timur selama enam periode. Kariernya dimulai sejak terpilih sebagai Wakil Sekretaris pada masa kepemimpinan Ketua PWM Jawa Timur, KH Abdurrahim Nur Lc yang terpilih dalam Musywil di Magetan pada tahun 1990.
“Pada periode berikutnya, tahun 1995, ia terpilih sebagai Sekretaris selama dua periode. Kemudian, sejak 2005 hingga 2022, ia menjabat sebagai Wakil Ketua PWM Jawa Timur. Namun, karena kondisi fisiknya mulai menurun dalam beberapa tahun terakhir, pada periode ini ia memilih untuk tidak lagi aktif dan tidak bersedia dicalonkan sebagai pengurus PWM Jawa Timur,” jelasnya.






0 Tanggapan
Empty Comments