Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Wakil Ketua PDM Lamongan Tekankan Pentingnya Sinergi Tiga Unsur Pendidikan di Haflah Ahirussanah SMPM 17 Laren

Iklan Landscape Smamda
Wakil Ketua PDM Lamongan Tekankan Pentingnya Sinergi Tiga Unsur Pendidikan di Haflah Ahirussanah SMPM 17 Laren
pwmu.co -
Wakil Ketua PDM Lamongan, Drs Moh Anwar MPd saat memberikan ceramah pada haflah akhirussanah dan pengukuhan Hafidz Quran SMP Muhammadiyah 17 Laren (Tholin/PWMU.CO)

PWMU.CO – SMP Muhammadiyah 17 Laren, Lamongan menyelenggarakan Haflah Akhirussanah dan Pengukuhan Hafidz Al-Quran di halaman sekolah pada Minggu (22/6/2025).

Kegiatan ini menghadirkan Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, Drs Moh Anwar MPd sebagai penceramah. Ia menyampaikan materi tentang tiga unsur pendidikan di hadapan para wali murid.

Sebelum memulai materi ceramahnya, ia menyampaikan ucapan selamat kepada anak-anak yang telah dikukuhkan sebagai Hafidz al-Quran. Ia juga mendoakan agar ilmu yang mereka peroleh menjadi ilmu yang bermanfaat serta membawa kesuksesan, baik di dunia maupun di akhirat.

Dalam ceramahnya, ia menyampaikan bahwa terdapat tiga unsur penting dalam pendidikan, yaitu lembaga pendidikan, murid, dan wali murid. Ketiga unsur ini saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Apabila salah satu unsur tidak berfungsi atau tidak hadir, maka proses pendidikan tidak akan berjalan secara optimal.

“Mengapa sekarang jumlah murid menurun? Karena banyaknya lembaga pendidikan yang bermunculan. Di Lamongan, misalnya, hampir setiap desa memiliki satu bahkan tiga lembaga pendidikan. Sementara itu, jumlah anak usia sekolah tetap, bahkan cenderung berkurang, sehingga peserta didik tersebar ke berbagai lembaga yang ada,” ujarnya.

Menurutnya, faktor lain yang memengaruhi penurunan jumlah murid adalah adanya program pemerintah yang membatasi angka kelahiran. Selain itu, banyak orang tua saat ini merasa malu atau enggan memiliki anak dalam jumlah banyak.

Anwar juga menengarai bahwa masih banyak lembaga pendidikan yang memiliki jenjang lengkap—mulai dari TK, SD/MI, MTs/SMP, hingga SMA/SMK/MA—namun tidak memiliki sinergi dan keselarasan visi. Bahkan, tidak jarang terjadi perbedaan pandangan antar jenjang, sehingga hubungan antarlembaga dalam satu naungan menjadi kurang harmonis. Akibatnya, siswa yang telah lulus dari suatu jenjang pendidikan lebih memilih melanjutkan ke lembaga pendidikan lain di luar lingkungan tersebut.

“Unsur pendidikan yang kedua adalah murid. Murid merupakan subjek utama dalam proses pendidikan. Mereka memiliki peran aktif dalam kegiatan belajar serta bertanggung jawab untuk memanfaatkan kesempatan belajar yang diberikan oleh lembaga pendidikan. Selain itu, murid juga memiliki hak untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas,” jelasnya.

Anwar juga menyampaikan tiga pesan penting dari Imam Al-Ghazali:

Pertama, jika kamu ingin hidup sejahtera dan bahagia di dunia maupun di akhirat, maka hormatilah orang tuamu dan jangan sekali-kali durhaka kepada mereka. Sebab, durhaka kepada orang tua sama halnya dengan durhaka kepada Allah.

Kedua, hormatilah gurumu dan bersikaplah sopan kepada mereka. Jangan melawan atau menentang, karena adab terhadap guru merupakan kunci agar ilmu yang diajarkan menjadi berguna dan bermanfaat.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Ketiga, agar kalian senantiasa memiliki keimanan yang kokoh hingga akhir hayat, atau meninggal dalam keadaan sebagai seorang Muslim, maka hormatilah para kiai, ustadz, dan ustadzah yang telah membimbing dan mengajarkan ilmu agama.

Ia juga menyampaikan pesan Imam Syafi’i yang disampaikan saat mewisuda para santrinya: “Janganlah engkau berdebat dengan orang tuamu, meskipun engkau berada di pihak yang benar. Apabila suara orang tuamu mulai merendah karena takut kepadamu, maka sejak saat itu engkau telah durhaka kepada mereka.”

“Unsur pendidikan yang ketiga adalah wali murid. Wali murid adalah orang tua atau wali yang memiliki tanggung jawab untuk mengasuh dan mendidik anak di luar lingkungan sekolah. Mereka memegang peran penting dalam mendukung proses belajar siswa serta memastikan anak mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Wali murid juga berperan sebagai mitra sekolah dalam memantau perkembangan belajar anak dan memberikan dukungan,” sambungnya.

Wali murid, Guru dan Siswa mengikuti kegiatan haflah akhirussanah SMP Muhammadiyah 17 Laren (Tholin/PWMU.CO)

Dalam kesempatan tersebut, Anwar juga menyampaikan pesan khusus kepada para wali murid yang hadir. Ia menyoroti fenomena yang sering terjadi dalam kegiatan sekolah, yakni dominasi kehadiran para ibu saat undangan wali murid, sementara kehadiran para bapak cenderung minim.

Padahal, menurutnya, tanggung jawab tertinggi dalam pendidikan anak, yang disebut tarbiyatul a‘la, sebenarnya berada di pundak seorang ayah. Sedangkan tanggung jawab pendidikan pada tahap awal, tarbiyatul ula lebih banyak dijalankan oleh ibu.

Mengakhiri tausiyahnya, Anwar menyampaikan tiga pesan penting berdasarkan hadits Nabi yang merupakan perintah dan kewajiban orang tua, yaitu: kewajiban menikahkan anak, kewajiban memiliki keturunan, dan kewajiban memuliakan anak. (*)

Penulis Tholin Editor Ni’matul Faizah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu