Wakil Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Lamongan sekaligus Ketua Kantor Layanan Lazismu (KLL) PDNA Lamongan, Rahma Ismayanti, S.KM, menyampaikan materi bertema Metode Fundraising dalam kegiatan Darul Arqom Nasyiatul Aisyiyah (DANA) II Wilayah Kerja V, yang diselenggarakan pada Sabtu (24/1/2025) di MI Muhammadiyah 1 Lopang, Lamongan.
Dalam pemaparannya, Rahma menekankan bahwa fundraising bukan sekadar kegiatan penggalangan dana, melainkan sebuah proses penting yang berlandaskan nilai keislaman dan kepedulian sosial. Ia mengawali materi dengan Q.S. At-Taubah ayat 103 yang menegaskan pentingnya zakat dan sedekah sebagai sarana penyucian harta, penumbuh ketentraman jiwa, serta wujud tolong-menolong dalam kebajikan dan ketakwaan.
خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْۗ اِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
“Ambillah zakat dari harta mereka (guna) menyucikan dan membersihkan mereka, dan doakanlah mereka karena sesungguhnya doamu adalah ketenteraman bagi mereka. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Q.S At-Taubah: 103)
Rahma menjelaskan siklus fundraising yang meliputi identifikasi calon donatur, penentuan metode fundraising, manajemen donatur, serta monitoring dan evaluasi. Menurutnya, pemahaman siklus ini penting agar program sosial yang dijalankan tidak bersifat insidental, namun berkelanjutan dan tepat sasaran.
Ia juga memaparkan konsep campaign fundraising dengan empat unsur utama, yakni penjelasan alasan program diinisiasi (why), dampak yang dihasilkan, tindak lanjut donasi (follow up), serta ajakan persuasif kepada masyarakat.
Untuk memperdalam pemahaman peserta, Rahma menginisiasi Forum Group Discussion (FGD) yang melibatkan seluruh peserta Darul Arqom. Peserta dibagi ke dalam empat kelompok berdasarkan pimpinan cabang masing-masing. FGD ini merupakan kelanjutan dari materi sebelumnya tentang analisis problem sosial yang telah disampaikan oleh Isni Lailatul Maghfiroh.
Dalam diskusi tersebut, setiap kelompok diminta mengidentifikasi satu problem sosial di lingkungannya, kemudian merumuskan sebuah program sebagai solusi atas permasalahan tersebut. Program yang disusun selanjutnya dianalisis dari berbagai aspek, mulai dari faktor penyebab (why), potensi dampak sosial yang dihasilkan, hingga penentuan metode fundraising yang paling tepat untuk mendukung keberlangsungan program.
Melalui kegiatan ini, Rahma berharap kader Nasyiatul Aisyiyah tidak hanya mampu membaca persoalan sosial di masyarakat, tetapi juga terampil menyusun program yang solutif dan berkelanjutan dengan dukungan pengelolaan dana yang amanah dan profesional.
“Kader NA harus berani berpikir strategis, kreatif, dan tetap berlandaskan nilai dakwah sosial Islam,” tegasnya.





0 Tanggapan
Empty Comments