Pelantikan Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Airlangga (PP IKA Unair) masa bakti 2025–2030 menjadi momentum strategis bagi penguatan relasi organisasi alumni dengan berbagai elemen masyarakat sipil. Keterlibatan tokoh-tokoh dari organisasi kemasyarakatan besar seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah menegaskan posisi IKA Unair sebagai ruang kolaborasi lintas ormas dan lintas pemikiran.
Hal tersebut tercermin dari diamanahkannya peran strategis kepada Wakil Ketua PWNU Jawa Timur, Prof. Dr. Suparto Wijoyo, S.H., M.Hum, yang masuk dalam struktur PP IKA Unair. Kehadiran Prof. Suparto—akademisi hukum tata negara sekaligus tokoh NU—dipandang memperkuat dimensi keilmuan, kebangsaan, dan keumatan dalam gerak organisasi alumni.
Selain itu, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Dr. M. Sholihin Fanani, M.PSDM, juga dipercaya mengemban amanah di Departemen Kemitraan Organisasi dan Sosial Kemasyarakatan PP IKA Unair.
Selain itu terdapat beberapa kader Muhammadiyah Jatim yang lain, Sebagai Dewan Pertimbangan ada Prof Muhadjir Effendy, M.A.P, Dewan Pakar ada Prof. Dr. Ratna Dwi Wulandari, S.K.M., M.Kes. Kemudian di Susunan Pengurus mulai Dr. Indra Nur Fauzi, SE, M.Si, Dr Mundakir, S.Kep, Ns, M.Kep. Rektor UMSURA, beserta Dr. Muhammad Anas, Sp.OG Wakil Rektor UMSURA, Drh Devi Kurniawan, M.M. Ketua DPD IMM Jatim, Aziz Maulana, S.E., MM. Anggota Majelis Tabligh, dan Azrohal Hasan, M.Hum Anggota Majelis Pustaka Informasi dan Digitalisasi PWM Jatim, Penempatan ini mempertegas komitmen IKA Unair dalam membangun jejaring strategis dengan organisasi kemasyarakatan, lembaga sosial, dan komunitas sipil.
Keterlibatan dua tokoh penting dari NU dan Muhammadiyah tersebut menunjukkan bahwa IKA Unair tidak berdiri sebagai organisasi alumni yang eksklusif, melainkan sebagai simpul kolaborasi yang menjembatani dunia akademik dengan gerakan sosial-keagamaan. NU dan Muhammadiyah, sebagai dua pilar utama masyarakat sipil Indonesia, menjadi mitra strategis dalam mendorong kontribusi alumni bagi isu-isu kebangsaan, sosial, dan kemasyarakatan.
Sekretaris Jenderal PP IKA Unair, Indra N. Fauzi, menyampaikan bahwa penguatan departemen dan bidang yang bersentuhan langsung dengan organisasi sosial kemasyarakatan merupakan bagian dari desain besar kepengurusan periode ini. Menurutnya, potensi alumni Universitas Airlangga yang jumlahnya lebih 160 ribu akan lebih berdampak apabila disinergikan dengan kekuatan ormas dan jejaring sosial yang telah mengakar di masyarakat.
QS World ranking Unair di peringkat 287 dunia atau 4 Indonesia dan THE Impact Rankings 2025, di peringkat 9 dunia, peringkat 1 di Indonesia & Asia Tenggara, dan 2 di Asia untuk implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Peran-peran sosial Unair yang berdampak bagi peradaban akan terus diperkuat.
“IKA Unair ingin hadir sebagai penghubung antara pemikiran akademik dan gerakan sosial. Karena itu, kami melibatkan tokoh-tokoh yang memiliki pengalaman langsung di organisasi kemasyarakatan,” ujar Indra yang juga Ketua Biro Pengelolaan Keuangan PP Muhammadiyah.
Dengan komposisi kepengurusan yang melibatkan unsur NU dan Muhammadiyah, PP IKA Unair masa bakti 2025–2030 diharapkan mampu memperluas peran alumni dalam pembangunan sosial, penguatan masyarakat sipil, serta kontribusi kebangsaan yang inklusif dan berkelanjutan.(*)






0 Tanggapan
Empty Comments