Muhammad Khoirul Abduh mengajak warga Muhammadiyah menggunakan jari untuk menebar kebaikan. Hal ini disampaikan pada Pengajian Jumat Pagi (JUMPA) PCM Babat Lamongan, Jumat (24/10/2025).
Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Babat kembali menggelar Pengajian Jumat Pagi (Jumpa) yang rutin diadakan setiap pekan.
Kegiatan kali ini terasa istimewa karena menghadirkan penceramah Ustadz Muhammad Khoirul Abduh, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, dengan tema yang sangat relevan dengan kehidupan masa kini: “Kekuatan Dakwah dalam Media Sosial.”
Dalam tausiyahnya, Khoirul Abduh menyampaikan bahwa di era digital seperti sekarang ini, kehidupan manusia hampir tidak bisa lepas dari teknologi, khususnya gawai atau handphone.
“Dari bangun tidur hingga tidur lagi, sebagian besar waktu kita dihabiskan dengan memegang ponsel. Media sosial menjadi ruang besar tempat manusia berinteraksi, berbagi, dan membentuk opini. Di sanalah kekuatan dakwah harus hadir,” ujar mantan Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Jatim ini
Dia menekankan bahwa media sosial bukan sekadar tempat hiburan, melainkan ladang luas untuk berdakwah. Jika dulu dakwah hanya terbatas di mimbar masjid, majelis taklim, atau pengajian.
Kini pesan kebaikan dapat menjangkau ribuan bahkan jutaan orang hanya dengan satu unggahan. “Sebuah status, gambar, atau video yang mengandung nilai Islam bisa menjadi amal jariyah,” tambah pria yang tinggal di Jombang ini
Ustadz Abduh mengutip sabda Rasulullah Saw “Sampaikanlah dariku walau satu ayat.” (HR. Bukhari)
Menurutnya, hadis ini menjadi motivasi bagi setiap muslim untuk ikut serta dalam dakwah, sekecil apa pun perannya. “Jika dulu berdakwah butuh panggung dan pengeras suara, kini cukup dengan jari dan niat ikhlas,” katanya disambut anggukan para jamaah.
Namun, beliau juga mengingatkan bahaya besar di balik kemudahan media sosial, yaitu penyebaran hoaks, ghibah, dan bullying.
Ustadz Abduh menegaskan pentingnya tabayun sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Hujurat ayat 6 “Wahai orang-orang yang beriman! Jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti (tabayun)…” (Qs Al-Hujurat: 6)
“Jari kita bisa menjadi alat dakwah menuju surga, tetapi juga bisa menjadi penyebab dosa besar jika digunakan untuk menyebar kebohongan atau merendahkan orang lain,” tegas bapak dua putra putri ini
Ia juga membacakan ayat selanjutnya yang melarang mencela, menghina, dan menggunjing sesama (Qs Al-Hujurat: 11–12), menandakan betapa pentingnya menjaga etika dan akhlak di dunia maya.
Ustadz Abduh mengajak seluruh jamaah, khususnya warga Muhammadiyah Babat, untuk menjadi teladan dalam bermedsos dengan adab Qur’ani. “Gunakan media sosial untuk menyebarkan nilai Islam rahmatan lil ‘alamin, bukan untuk permusuhan atau kesia-siaan,” pesan suami Umidzatin Nikmah aktifis PD Aisyiyah Jombang ini
Menutup tausiyah, beliau mengingatkan sabda Nabi Saw “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ketua PCM Babat H Ahmad Arif Rahman Saidi menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan tausiyah penuh hikmah dari Ustadz Khoirul Abduh. “Semoga pengajian ini menambah semangat dakwah kita, termasuk di ruang digital, agar Muhammadiyah Babat semakin berperan aktif menebar cahaya Islam di dunia maya,” ujarnya.
Dengan semangat JUMPA kali ini, warga Muhammadiyah Babat diharapkan semakin bijak dan produktif menggunakan media sosial menjadikannya bukan sekadar sarana komunikasi, tetapi juga wasilah dakwah untuk menebar kebaikan dan pencerahan bagi umat. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments