
PWMU.CO – Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Dr KH Syamsudin MAg menyampaikan bahwa mempercayakan pendidikan anak di Sekolah Pesantren Entrepreneur Al-Maun Muhammadiyah (SPEAM) Kota Pasuruan adalah keputusan yang tepat.
Hal itu ia sampaikan saat memberikan sambutan dalam acara Haflah Akhirussanah dan pengukuhan kader Muhafidz SPEAM yang diadakan di Gedung Gradika Bhakti Praja pada Ahad (4/5/25).
Ketua Badan Pembina Pesantren SPEAM itu mengungkapkan bahwa selama ini SPEAM memiliki komitmen yang baik untuk menjadikan para santri dan santriwati hafidz serta menguasai bahasa Arab dan Inggris.
“Mempercayakan anak di SPEAM adalah keputusan tepat dan ideal, karena para santri dan santriwati dididik untuk expert dalam tahfidz dan bahasa Arab,” terangnya.
Dosen Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) itu juga mengapresiasi para santri yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an. Menurutnya, untuk meningkatkan kualitas hafalan, pembelajaran bahasa Arab di SPEAM, serta prestasi dalam berbagai bidang, perlu dilakukan peningkatan sumber daya manusia (SDM).
“Peningkatan para musyrif, mu’allim, dan ustadz perlu dilakukan, dan itu memerlukan usaha dan dana,” ucapnya.
Syamsudin menjelaskan bahwa bukan hanya penguasaan materi saja yang perlu diperkuat, tetapi juga metodologi pembelajaran harus ditingkatkan. Ia kemudian menyitir peribahasa dalam bahasa Arab yang memiliki arti: metodologi itu lebih penting daripada materi, dan ustadz atau guru lebih penting daripada metodologi.
Saat ini, tambahnya, para santri memiliki peluang yang tidak dimiliki oleh orang-orang terdahulu, yaitu kesempatan untuk belajar di luar negeri, terutama di Timur Tengah.
Ia menuturkan bahwa pada pertemuan Halal bi Halal Muhammadiyah yang diadakan di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Ustadz Adi Hidayat memberikan peluang beasiswa ke Al-Azhar, Arab Saudi, dan Libya.
“Ustadz Adi Hidayat memiliki hak memberi rekomendasi bagi 5.000 mahasiswa. Dan tentunya pintunya lewat Pimpinan Pusat Muhammadiyah,” ungkapnya.
Untuk itu, ia berharap para santri bersungguh-sungguh dalam mendalami hafalan al-Qur’an dan bahasa Arab sebagai syarat memperoleh beasiswa tersebut.
Penulis Dadang Prabowo Editor Zahra Putri Pratiwig






0 Tanggapan
Empty Comments