Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Wakil Ketua PWM Jatim: Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur Umat di CRM Award VI 

Iklan Landscape Smamda
Wakil Ketua PWM Jatim: Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur Umat di CRM Award VI 
Sulthon Amin saat memberikan tausiyah di Masjid Al Jihad Banjarmasin. (Alfain Jalaluddin Ramadlan/PWMU.CO)
pwmu.co -

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Dr. H. Sulthon Amin, M.M, menyampaikan kultum usai Salat Magrib di Masjid Al Jihad Banjarmasin, Sabtu (15/11/2025). Tausiyah ini menjadi bagian dari rangkaian CRM Award VI LPCRPM PP Muhammadiyah.

Di hadapan ratusan jamaah, Sulthon Amin mengajak warga Muhammadiyah untuk menumbuhkan semangat entrepreneurship sebagai budaya gerakan. “Saya ingin sedikit mengulik soal bagaimana menumbuhkan jiwa entreprenuership di kalangan umat, terutama di Muhammadiyah,” ujarnya membuka tausiyah.

Sulthon menceritakan perjalanan panjangnya di dunia usaha sebelum dirinya aktif di PWM Jawa Timur pada 2005. Pada periode itu, perusahaan-perusahaan di bawah PT KTM dan lainnya mulai tumbang. Namun ia bertahan sebagai satu-satunya entrepreneur di antara 13 anggota PWM Jatim.

“Waktu itu kami sepakat bahwa Majelis Ekonomi harus menjadi lokomotif. Saya punya banyak cerita tentang bagaimana enterpreneurship berkembang di lingkungan kita,” ungkapnya.

Tausiyah kemudian mengalir pada penguatan nilai spiritual. Sulthon menjelaskan bahwa Al-Qur’an berulang kali menggunakan idiom-idiom yang menggambarkan kerja keras, tanggung jawab, dan jual beli sebagai simbol usaha manusia.

“Ada kata-kata ijarah, tijarah, yang tidak hanya bicara tentang jual-beli secara literal, tetapi tentang kolaborasi, usaha, dan tanggung jawab. Itu kunci agar terhindar dari api (kesengsaraan),” tegasnya.

Jatuh-Bangun adalah Pendidikan

Menurutnya, pengalaman jatuh dalam bisnis tidak boleh membuat seseorang berhenti. “Kalau dalam bisnis pernah jatuh lalu tidak bangun, itu masalah. Kita harus punya pendidikan mental: jatuh ya bangun lagi. Jangan tidur,” katanya disambut tawa jamaah.

Sulthon menegaskan bahwa mental berbisnis harus diasah. “Kalau malu jualan bensin di depan Pom bensin, atau malu jualan pulpen di depan toko gramedia, berarti belum siap. Orang bisnis harus berani,” ujarnya memberi contoh, sambil guyonan.

Tantangan Masa Depan

Ia mengingatkan bahwa lima tahun mendatang, banyak pekerjaan konvensional akan berkurang. Bahkan industri perbankan telah mulai mengurangi karyawan karena layanan digital.

“Ke depan, hampir semua pekerjaan dilakukan lewat HP. Bisnis di media sosial adalah masa depan anak-cucu kita,” katanya. Karena itu, sejak sekarang keluarga Muhammadiyah harus menanamkan keberanian, kreativitas, dan keaktifan pada anak.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Sulthon mencontohkan tokoh asal Lampung, Chairul Tanjung, yang memulai bisnis saat kuliah. Pernah bangkrut, namun bangkit dan menjadi salah satu pengusaha nasional sukses.

Ia juga menyinggung sosok Ibu Nurhayati, pengurus Majelis Ekonomi Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ayahnya dikenal ikhlas, hingga menghabiskan bisyarah dakwah untuk orang lain. “Namun dari keikhlasan itu, anaknya justru mendapat beasiswa dan kini punya 1000 karyawan,” ujarnya.

Sulthon kemudian menceritakan pengalamannya sendiri sebagai anak petani yang tidak memiliki pemikiran bisnis. Ia menata masa depannya pelan-pelan, mulai dari sekolah MI hingga perguruan tinggi.

“Saya dulu minta meja untuk mengajar, karena saya suka mempromosikan diri sejak kecil,” selorohnya. Menurutnya, seorang entrepreneur harus mampu membaca peluang, berani menawarkan diri, dan tidak malu berkomunikasi.

Membangun Mindset Produktif

Ia menekankan bahwa calon generasi penerus Muhammadiyah harus dibiasakan untuk: berani bertanya, aktif berkomunikasi, ramah ketika bertemu orang, dan tidak mudah patah semangat.

“Entrepreneur itu harus punya value dan kemampuan membaca peluang. Konsumen memilih produk karena nilai yang mereka dapatkan,” jelasnya.

Sulthon menutup kultum dengan ajakan mengembangkan mindset bertumbuh.

“Mari kita tingkatkan semangat bisnis. Jadikan diri kita produktif, inovatif, dan tidak mudah menyerah. Semangat ini harus kita bawa pulang.” (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu