
PWMU.CO – Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin SSy, hadir sebagai tamu kehormatan dalam acara Milad dan Roadshow Media Official Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur. Acara ini berlangsung di Auditorium Biro Administrasi Umum (BAU), Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jl. Raya Tlogomas No. 246, Lowokwaru, Kota Malang, pada Sabtu (17/5/2025).
Dalam sambutannya, mantan Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) periode 2016–2018 ini mengajak media resmi PWM Jawa Timur untuk lebih aktif berkolaborasi dengan pemerintah dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Ia mengungkapkan, dari sekitar 30 media online yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, belum ada satu pun media dari PWM Jawa Timur yang tergabung. “Ketika saya terpilih menjadi Wakil Wali Kota Malang, saya melihat dari 30 media online yang bekerja sama dengan Pemkot, tidak satu pun berasal dari PWM Jawa Timur. Saya berharap ke depan media seperti PWMU.CO, Majalah Matan, Majelistabligh.id, dan Maklumat.id dapat lebih inklusif, ikut serta memberitakan kegiatan pemerintah, tidak hanya terbatas pada komunitas internal,” ujarnya.
Wakil Ketua KNPI 2018–2022 itu menegaskan bahwa jurnalistik tidak seharusnya dibatasi oleh ruang dan waktu, melainkan mencakup seluruh tempat dan objek berita. Ia mendorong media resmi Muhammadiyah untuk mengajukan proposal kerja sama kepada pemerintah daerah, baik di tingkat kota, kabupaten, maupun provinsi. Dengan begitu, informasi yang disajikan bisa lebih luas dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
“Sehingga keberadaan media Muhammadiyah dapat dikenal lebih luas, dan para kontributornya akan lebih bersemangat mengembangkan bakat jurnalistik, dengan banyak kesempatan untuk berkolaborasi bersama jurnalis-jurnalis berpengalaman,” imbuh Komisaris Independen PT Adhi Persada Beton tersebut.
Ali Muthohirin juga berpesan kepada kontributor dan jurnalis media PWM Jawa Timur agar tidak membeda-bedakan status seseorang dalam pemberitaan. Ia menegaskan bahwa setiap kader Muhammadiyah yang aktif di masyarakat layak diberitakan, terlepas dari jabatan yang disandangnya.
“Tidak perlu menunggu seseorang menjadi wali kota atau bupati untuk diberitakan. Selama dia aktif berkontribusi untuk masyarakat, itulah nilai berita yang harus diangkat,” pungkas pria yang pernah mondok di Ponpes Ar-Raudhatul Ilmiyah Kertosono tersebut. (*)
Penulis Zulkifli Editor Wildan Nanda Rahmatullah


0 Tanggapan
Empty Comments