Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Wamen Fauzan: Wisuda adalah Gerbang Menuju Kampus Kehidupan

Iklan Landscape Smamda
Wamen Fauzan: Wisuda adalah Gerbang Menuju Kampus Kehidupan
Wamen Fauzan bersama Wisudawan Foto: Ode Pratama/PWMU.CO
pwmu.co -

Universitas Yudharta Pasuruan (UYP) menggelar Wisuda ke-22 di Kampus Sengonagung, Sabtu (18/10/2025). Sebanyak 673 lulusan program sarjana dan pascasarjana resmi dikukuhkan dalam suasana khidmat dan penuh keceriaan.

Hadir memberikan sambutan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Dr. Fauzan, M.Pd.I. Dalam arahannya, Fauzan menyampaikan apresiasi kepada para wisudawan, pihak kampus, serta orang tua.

“Selamat telah menjalankan misi pendidikan tinggi. Wisuda ini bukan hanya untuk diri saudara, tetapi juga untuk kampus dan orang tua. Semoga para wisudawan hari ini menjadi generasi negeri yang berguna dan bermanfaat,” ujarnya dengan wajah ceria disambut tepuk tangan hadirin.

Awal dari Kampus Kehidupan

Dalam pandangan Wamen asal Kediri ini, wisuda bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari petualangan panjang dalam kehidupan.

“Wisuda bukan berarti berhenti belajar, tetapi berpindah dari kampus formal menuju kampus kehidupan. Kampus ini menghantarkan saudara untuk menjadi manusia luar biasa,” tegasnya.

Ia mengingatkan, tidak semua anak bangsa mendapat kesempatan mengenyam bangku kuliah. “Saudara adalah sebagian kecil generasi bangsa ini yang beruntung. Di Indonesia, hanya sekitar 32 persen anak muda yang bisa kuliah,” imbuhnya.

Dua Modal Kehidupan Pesan Wamen

Fauzan juga menyoroti keunggulan UYP yang berpijak pada basis pesantren. Menurutnya, perpaduan antara pendidikan karakter keagamaan dan pendidikan karakter akademik merupakan dua modal utama menghadapi kehidupan pasca kampus.

“Dua modal itu penting untuk memasuki kampus kehidupan. Di sana tidak ada lagi wisuda formal. Kepercayaan masyarakat adalah bentuk wisuda yang sesungguhnya,” jelasnya.

Ia juga mengajak para lulusan untuk mengenali potensi dan energi yang telah dikaruniai Allah SWT. “Identifikasi kompetensi dalam diri saudara. Karakter dan kompetensi inilah yang dibutuhkan bangsa. Indonesia sedang berada dalam bonus demografi, dan dua puluh tahun lagi kita menuju Indonesia Emas,” pesannya.

Fauzan berpesan agar lulusan tidak mudah beralasan atau menyerah. “Di kampus kehidupan diperlukan energi untuk maju. Maka jangan mudah berdalih agar tidak berjalan mundur,” ujarnya menutup orasi ilmiah dengan semangat.

Pesan Kyai Sholeh: Jangan Takut Gagal

Sementara itu, KH. Sholeh Bahrudin, Pembina UYP sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Ngalah, dalam doa penutupnya turut memberikan wejangan penuh makna.

“Seperti kata Pak Wamen, ini adalah wisuda universitas, tapi yang paling penting adalah kampus kehidupan. Anak-anakku, jangan takut gagal, berbaktilah kepada orangtua, dan terus belajar agar berhasil di kehidupan kalian,” pesan Kyai Sholeh.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga semangat keilmuan dan karakter khas Yudharta. “Jiwa Yudharta harus dipegang terus. Semoga kalian semua sukses,” doanya.

Tak lupa, Kyai Sholeh menyampaikan terima kasih atas kehadiran Wamen Fauzan. “Terima kasih Pak Wamen telah memberi wawasan dan semangat bagi para wisudawan. Meski di tengah kesibukan, panjenengan masih berkenan hadir,” ujarnya menutup acara penuh haru dan kebanggaan.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu