Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Warcil SD Aisyiyah 1 Nganjuk Wawancarai Tokoh Pendidikan Muhammadiyah

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -

Wawancara dengan Al Badrotus Tsaniyah: Kiat Jadi Guru yang Dirindukan

Tak kalah seru, tim Warcil berkesempatan menggali inspirasi dari Dra Al Badrotus Tsaniyah MPd, praktisi pendidikan yang membagikan strategi menjadi pendidik ideal. Berikut petikan wawancara seputar teknik mengajar yang memikat hati siswa.

  1. Menjadi guru hebat itu tentu tidaklah mudah. Dengan begitu, apa kiat-kiat menjadi guru hebat yang dirindukan siswa dari berbagai aspek? “Untuk menjadi guru hebat memang harus memiliki kompetensi profesional dan kompetensi pedagogik. Kompetensi profesional itu guru benar-benar menguasai materi yang diajarkan sehingga bisa melakukan pembelajaran dan mentransfer ilmu dengan baik. Sedangkan kompetensi pedagogik artinya bagaimana guru memahami siswa sehingga melaksanakan pembelajaran sesuai dengan karakter siswa, metode yang digunakan juga sesuai dengan siswa. Kompetensi profesional dan pedagogik penting dimiliki seorang guru agar menjadi guru yang dirindukan. Selain itu, guru juga harus memiliki kompetensi kepribadian dan keterampilan sosial.”
  2. Tantangan apa saja yang mungkin muncul saat ingin menjadi guru yang hebat? Dan bagaimana cara mengatasinya? “Tantangannya dengan adanya kemajuan teknologi, permasalahan akan banyak muncul terkait siswa. Jadi membutuhkan strategi-strategi bagaimana guru dibutuhkan dan tidak kalah dengan kemajuan teknologi tersebut. Guru harus mempunyai kecerdasan yang lebih. Contoh penggunaan AI, siswa cenderung mencari jawaban dari AI. Jadi guru harus teliti, apakah pekerjaan siswa benar-benar pekerjaan sendiri atau hasil AI. Butuh strategi dari guru untuk mendeteksi betul-betul siswa itu bisa atau dengan bantuan AI.”
  3. Apakah ada guru hebat yang dulu menjadi inspirasi Ibu dan bagaimana sosok beliau? “Ada, guru fisika. Sosok beliau guru yang baik, telaten, dan memberikan motivasi kepada saya untuk mengambil jurusan fisika saat itu. Baik S1, S2, S3, saya mengambil fisika atas motivasi beliau yang selalu care dengan siswa. Tidak hanya siswa yang pintar saja, tetapi dari sisi lain juga bisa mengenal siswa. Itu yang tidak pernah terlupakan. Semoga beliau bahagia di sana karena beliau sudah tiada.”

Demikian wawancara wartawan cilik yang diajukan kepada narasumber. Semakin percaya diri dan bertambah wawasan di setiap acara Muhammadiyah. Gali terus pengalaman dan kenali lebih banyak tokoh-tokoh yang berperan penting dalam kiprah pendidikan Muhammadiyah. (*)

Penulis Rahayu Ningtias Editor Zahra Putri Pratiwig

Iklan Landscape UM SURABAYA

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu