Jurnalis cilik SD Muhammadiyah 3 (SD Muga) Pandaan mendapat pengalaman istimewa dengan mewawancarai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Pasuruan, Tri Krisni Astuti, S.Sos., M.M.
Wawancara berlangsung di Kantor Dispendikbud Kabupaten Pasuruan pada Rabu (17/9/2025) pukul 14.00 WIB. Dua siswa yang berkesempatan menjadi pewawancara adalah Mahayunda Laras Prameswari (kelas 5) dan Kayla Khanza Saputri (kelas 6).
Melatih Keberanian Anak
Pembina Ekstrakurikuler Jurnalistik SD Muga, Ustadzah Lely Febrianti, S.T., menilai kegiatan ini sangat bermanfaat.
“Ini kesempatan yang baik bagi anak-anak untuk mempraktikkan apa yang sudah dipelajari dalam ekstra jurnalistik, sekaligus melatih keberanian mereka berkomunikasi dengan tokoh publik,” jelasnya.
Ia menambahkan, Ibu Kadis juga sangat mengapresiasi kegiatan jurnalistik di SD Muga. “Beliau berpesan bahwa mengenalkan dunia pers sejak kecil adalah level yang bagus. Bahkan anak-anak dipersilakan menambah wawasan di sini, karena ada bagian protokoler, komunikasi pimpinan, humas, dan juga Diskominfo,” tuturnya.
Kesan dan Pesan Bu Kadis
Kayla mengungkapkan pengalamannya sangat menyenangkan.
“Kantornya ramah anak, Bu Kadis juga orangnya ramah, baik, dan seru,” katanya.
Sementara itu, Mahayunda mengaku gembira mendapat kesempatan belajar langsung dari tokoh pendidikan. Kayla menambahkan bahwa kunci kesuksesan menurut Bu Kadis adalah ikhlas menerima apa yang diberikan Tuhan, selalu berusaha memperbaiki diri dengan menambah ilmu, memperbaiki akhlak, dan menjaga persahabatan.
Dalam pesannya kepada pelajar Pasuruan, Bu Kadis menekankan dua hal penting di era digital:
Satu, Tidak boleh putus sekolah dengan alasan apapun, karena pemerintah menyediakan banyak program pendidikan formal, nonformal, maupun informal.
Dua, Melek teknologi, tidak boleh gaptek, serta mampu memanfaatkan teknologi informasi untuk belajar dan hal-hal positif sesuai usia.
Lebih lanjut, ia menegaskan, “Untuk menjadi generasi emas, anak-anak harus rajin belajar, taat pada orang tua, hormat pada guru, dan yang paling penting berakhlak karimah sebagaimana diajarkan Rasulullah. Jika sejak PAUD dan SD sudah dibiasakan, insyaAllah masa depan yang diraih bukan hanya cerdas berpikir, tetapi juga baik akhlaknya.” (*)





0 Tanggapan
Empty Comments