PWMU.CO – Siswa TK Aisyiyah 49 Griya Kencana membuat kreasi cap tangan menggunakan cat warna-warni pada media layang-layang. Kegiatan yang digelar Senin (4/8/2025) ini bertujuan mengenalkan warna sekaligus memperkenalkan media lain selain buku gambar, agar siswa mendapat pengalaman belajar yang berbeda.
Belajar sambil bermain, siswa TK Aisyiyah 49 Griya Kencana mengeksplorasi kreativitasnya dengan layang-layang sebagai media utama.
“Kami memilih layang-layang sebagai alternatif agar siswa mengenal bahan lain yang juga bisa dijadikan media berkarya. Kalau biasanya anak-anak menggunakan buku gambar atau kertas HVS, kali ini kami menggunakan layang-layang,” ujar Zulfa Islahul Mujtahidah, guru TK.
Sekolah ini diresmikan oleh Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Gresik, Innik Hikmatin SPd MPdI, pada 23 Juni 2024. Saat ini, TK Aisyiyah 49 memiliki 28 siswa yang terdiri dari 14 siswa Kelompok Bermain, 12 siswa TK A, dan 2 siswa TK B.
Berlokasi di perumahan Griya Kencana Mojosarirejo Driyorejo, tepatnya di Blok 1P/19, kegiatan cap tangan berlangsung di dalam kelas. Siswa dibagi menjadi empat kelompok, masing-masing mendapatkan satu layang-layang berdimensi 40 cm x 60 cm yang terbuat dari kertas putih.
Cat warna merah, kuning, hijau, biru, dan jingga disiapkan lengkap dengan kuas kecil.
“Setiap warna memiliki kuas sendiri dan tidak boleh dicampur. Ambil kuas, celupkan ke cat, lalu sapukan ke telapak tangan. Bekerja samalah dengan teman untuk mengecat tangan yang satunya. Jadi harus sabar dan bergantian,” tutur Zulfa sambil memberi contoh di depan kelas.
Sejak pukul 08.00 WIB, siswa sudah siap menggunakan cat warna yang tersedia di meja. Setiap kelompok mendapatkan kesempatan yang sama untuk menggunakan berbagai warna secara bergantian.
“Kuas-kuas… hap… yee gambar tanganku jadi!” celoteh Salsabila Elmira Nur Ramadhani, siswa TK A.
Caca, sapaan akrabnya, mengaku senang bisa mencetak cap tangan sendiri pada layang-layang. Muhammad Arkana Syahputra dengan sabar menunggu gilirannya mendapatkan warna lain. “Aku mau warna hijau dan kuning,” ucapnya lirih.
“Alhamdulillah, kegiatan ini menjadi sarana belajar dan bermain sekaligus. Siswa juga bisa mengenal warna dengan cara yang menyenangkan,” pungkas Zulfa.
Hasil karya siswa kemudian dipajang di dalam kelas sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas mereka. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments