Mengenal Sosok Heriyanti SPd MM
1. Mohon maaf, Ibu, mengganggu waktunya sebentar. Bisa diperkenalkan sedikit tentang biografi Ibu? Supaya kami lebih kenal dengan Ibu.
Tanya salah satu wartawan cilik SD Aisyiyah 1 Nganjuk.
Heriyanti SPd MM lahir di Cilacap, namun besar dan bekerja di Yogyakarta. Bermula dari pendidikan di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan, beliau terjun sebagai guru Matematika dan kemudian diangkat sebagai Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta.
Dari 100 siswa, ia berhasil mengembangkan sekolah tersebut hingga memiliki 800 siswa. Kecintaan terhadap pendidikan termotivasi dari kedua orang tuanya yang juga berprofesi sebagai guru Sekolah Dasar. Berkat kegigihan dan dedikasinya, sekolah berkembang pesat. Namun, pada 1 Maret 2022 ia pensiun dan kini menjabat sebagai fasilitator penjaminan mutu sekolah.
2. Sejak kapan Ibu berada di Nganjuk dan sudah berapa sekolah yang Ibu kunjungi?
Heriyanti SPd MM telah berada di Nganjuk sejak Senin. Beliau mulai menjabat sebagai fasilitator sejak Januari 2024. Sudah banyak sekolah yang beliau kunjungi. Di Jombang, kurang lebih 28 sekolah, sedangkan di Nganjuk ada 21 sekolah. Secara keseluruhan, di Jawa Timur kurang lebih 80 sekolah telah beliau datangi.
3. Apa motivasi Ibu untuk menjadi fasilitator sekolah?
Motivasi beliau dalam memajukan mutu pendidikan adalah dengan terus memberikan inspirasi kepada orang lain. “Tidak menjual ilmu, tetapi berbagi ilmu, membesarkan sekolah, dan melayani pendidikan dengan baik,” ujarnya.
4. Apa saja kompetensi dan keterampilan yang Ibu miliki untuk mendukung peran sebagai fasilitator sekolah?
Kompetensi dan keterampilan yang beliau miliki antara lain:
- Pengalaman dalam pengabdian (based practice).
- Memiliki ilmu dan terus mengasah keterampilan melalui pelatihan dari Pimpinan Pusat.
- Memiliki keberanian berkomunikasi dengan baik, termasuk dalam bahasa Inggris meskipun terbatas, namun memiliki dampak luar biasa.
5. Bagaimana pengalaman Ibu dalam memberikan umpan balik konstruktif dan mendukung pengembangan sekolah?
Heriyanti mengatakan bahwa untuk mengembangkan sekolah, harus memiliki kekuatan dan kemauan untuk “menghipnotis” sekolah, serta semangat memberikan yang terbaik. “Sama seperti guru, jika ingin mengajar, guru juga harus bisa membuat siswanya tertarik pada pelajaran itu untuk berbagi ilmu,” jelasnya.
6. Apa saja tantangan yang pernah Ibu hadapi dalam proses evaluasi dan bagaimana Ibu mengatasinya?
Ia menyampaikan bahwa dalam semua kegiatan, tidak semua orang memberikan apresiasi yang baik. “Namun, jangan pernah putus asa. Dekati dengan pendekatan lain. Setelah itu, evaluasi diri sendiri. Barangkali daya tarik kita kurang baik. Jadi, diri sendiri harus dievaluasi, dan dari orang lain juga harus dibenahi,” tuturnya.
Informasi yang diberikan sangat menambah wawasan dan pengetahuan bagi wartawan cilik. Beliau juga berpesan kepada Wartawan Cilik SD Aisyiyah 1 Nganjuk untuk terus semangat belajar. “Belajar itu tidak hanya demi selembar ijazah, tetapi belajar untuk manfaat kehidupan.”
Demikian sedikit wawasan dari Heriyanti SPd MM. Semoga memberi semangat dan motivasi bagi wartawan cilik SD Aisyiyah 1 Nganjuk. (*)
Penulis Rahayu Ningtias Editor Zahra Putri Pratiwig






0 Tanggapan
Empty Comments