Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Wasathiyah Muhammadiyah dan Kemanusiaan Dalam Menghadapi Bencana

Iklan Landscape Smamda
Wasathiyah Muhammadiyah dan Kemanusiaan Dalam Menghadapi Bencana
Oleh : Rokhmat Widodo Kader Muhammadiyah Kudus
pwmu.co -

Sebagai negeri yang berada di atas cincin api, bencana bukan sekadar fenomena alam, melainkan realitas sosial yang menguji ketangguhan kemanusiaan.

Gempa, banjir, longsor, letusan gunung, dan krisis ekologis datang silih berganti, sering kali memperlihatkan wajah ketimpangan: siapa yang paling dulu jatuh, siapa yang paling lama pulih.

Dalam pusaran inilah, Wasathiyah Muhammadiyah menemukan relevansi konkretnya.

Ia tidak hadir sebagai jargon teologis belaka, melainkan sebagai etika praksis yang mengarahkan kerja kemanusiaan secara adil, rasional, dan beradab.

Melalui moderasi aksi, Muhammadiyah menjembatani kepedulian dengan langkah nyata yang sistematis demi memulihkan martabat sesama tanpa diskriminasi.

Wasathiyah, sebagai prinsip jalan tengah, berakar pada pandangan Islam yang menolak ekstremisme: tidak terjebak pada fatalisme yang melumpuhkan ikhtiar, pun tidak larut dalam aktivisme tanpa arah nilai.

Muhammadiyah memaknai wasathiyah sebagai keseimbangan antara iman dan ilmu, ibadah dan kerja sosial, serta keteguhan prinsip dan keterbukaan sains.

Dalam penanggulangan bencana, moderasi ini mewujud pada integrasi empati mendalam dengan tata kelola profesional, yang menautkan bantuan darurat pada pemulihan jangka panjang.

Secara teoretis, pendekatan ini selaras dengan kerangka Disaster Risk Reduction (DRR) yang menekankan pencegahan, kesiapsiagaan, respons, dan rehabilitasi terpadu.

Melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Muhammadiyah mengintegrasikan nilai keislaman dengan standar kemanusiaan global.

Intervensi tidak berhenti pada logistik, tetapi mencakup layanan kesehatan, dukungan psikososial, pendidikan darurat, hingga pemulihan mata pencaharian.

Inilah wasathiyah yang bergerak: menolong tanpa diskriminasi, efektif tanpa kehilangan nurani.

Secara empiris, praktik kemanusiaan Muhammadiyah konsisten pada prinsip imparsialitas.

Korban dibantu atas dasar kebutuhan, bukan identitas. Dalam dekapan bencana, sekat sektarian meluruh; yang tersisa hanyalah martabat manusia yang wajib dijaga.

Sikap ini memperkokoh kohesi sosial dan meredam potensi konflik pascabencana dalam masyarakat majemuk.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Di sini, Wasathiyah berfungsi sebagai jangkar moral yang tegas menolak politisasi bencana maupun komodifikasi penderitaan.

Dimensi krusial lainnya adalah rasionalitas ilmiah. Muhammadiyah mengarusutamakan literasi kebencanaan, pemetaan risiko, dan kesiapsiagaan berbasis komunitas melalui jaringan Amal Usaha Muhammadiyah.

Masjid dan sekolah bertransformasi menjadi simpul edukasi serta respons cepat.

Hal ini menegaskan bahwa iman tidak menafikan sains; justru iman menuntut pemanfaatan ilmu untuk menyelamatkan nyawa.

Jalan tengah ini menghindari dua jebakan: spiritualisme fatalistik yang pasif, serta teknokratisme dingin yang abai terhadap trauma manusia.

Wasathiyah juga terefleksi dalam aspek keberlanjutan. Muhammadiyah memandang bencana bukan episode sesaat, melainkan proses sosial-ekologis yang berkelanjutan.

Oleh karena itu, advokasi lingkungan, penataan ruang berkeadilan, dan penguatan ekonomi lokal terintegrasi dalam kerja kemanusiaan.

Pendekatan ini selaras dengan teori keadilan sosial yang menekankan perlindungan kelompok rentan—perempuan, anak, lansia, dan difabel—guna memastikan pemulihan tidak memperlebar jurang ketimpangan.

Pada puncaknya, wasathiyah Muhammadiyah dalam merespons bencana adalah etos yang menolak kegaduhan dan ekstremisme.

Ia hadir tenang namun tegas, cepat namun terukur, religius namun rasional.

Di tengah duka dan puing, wasathiyah mengajarkan bahwa kemanusiaan bukan sekadar ihwal memberi, tetapi ihwal cara memberi: adil, bermartabat, dan berkelanjutan.

Inilah jalan tengah yang bekerja—membumikan nilai, menyelamatkan manusia, dan merawat harapan di negeri yang tiada henti diuji.***

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu