Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Waspadai Bahaya Tidur Setelah Sahur, Ini Penjelasan Pakar Kesehatan UM Surabaya

Iklan Landscape Smamda
Waspadai Bahaya Tidur Setelah Sahur, Ini Penjelasan Pakar Kesehatan UM Surabaya
pwmu.co -
Bahaya tidur setekah sahur. (Istimewa/PWMU.CO)
Bahaya tidur setekah sahur. (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Dede Nasrullah, pakar kesehatan dari Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya), mengungkapkan risiko kesehatan akibat kebiasaan tidur setelah sahur. Menurutnya, sebagian orang sering langsung tidur usai makan sahur, padahal hal ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Ia menjelaskan bahwa sistem pencernaan memerlukan waktu sekitar tiga jam untuk mencerna makanan dengan optimal.

Dilansir dari web um-surabaya.ac.id, di sisi lain, saat tidur hampir seluruh fungsi tubuh berhenti bekerja, kecuali otak, jantung dan paru-paru. Sehingga, tidur setelah sahur membuat makanan tidak bisa dicerna. Akibatnya juga, kata Dede, hal tersebut bisa menyebabkan refluk asam lambung Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Sebab, cairan asam lambung mengalir kembali ke tenggorokan.

“Saat tertidur akan terjadi pelonggaran klep lambung sehingga menyebabkan asam lambung dalam perut mengalir balik ke bagian kerongkongan. Panas di dada, tenggorokan panas, mual, bersendawa, dan mulut pahit adalah gejala yang menunjukkan refluks,” papar Dede Senin (03/03/2025).

Oleh karena itu, tidak disarankan tidur setelah sahur minimal 3 jam. Dengan begitu, makanan yang dikonsumsi bisa diolah tubuh dengan sempurna.

“Sehingga untuk mencegah hal tersebut kita bisa menunggu setidaknya 3 jam sehingga makanan tersebut dapat diolah secara sempurna,” kata Dede. 

Bahaya Tidur setelah Sahur

Selain itu, kata Dede, tidur setelah sahur menyebabkan penumpukan lemak. Sebab, kalori akan tersimpan dalam tubuh dan tidak digunakan, apalagi jika sahur hanya mengonsumsi karbohidrat dan lemak.

Lebih lanjut kata Dede, tidur setelah sahur juga bisa menyebabkan sakit tenggorokan karena efek lanjutan dari GERD, serta penyakit kardiovaskular. Sebab, tekanan darah akan meningkat jika tidur setelah sahur.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Bahaya lain adalah serangan jantung, orang yang mengonsumsi makanan berat dan langsung tidur maka akan menyebabkan peningkatan tekanan darah. Jika tekanan darah tidak kunjung menurun dan berlangsung dalam waktu yang lama, akan meningkatkan risiko terserang penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung koroner, serangan jantung, stroke, dan penyakit kronis lainnya,” jelasnya.

Bahaya tidur setelah sahur lainnya adalah risiko penyakit stroke. Pasalnya, sistem pencernaan sulit dicerna sehingga semua suplai darah menuju ke perut. Otak pun kekurangan oksigen dan jangka panjangnya dapat menyebabkan stroke. Terakhir, bahaya setelah sahur yang terakhir adalah terjadinya sembelit.

“Terakhir adalah konstipasi atau sembelit, proses pengosongan lambung terjadi kurang lebih membutuhkan waktu 2-3 jam setelah makan. Posisi tiduran atau berbaring akan menghambat proses pengosongan lambung, jika hal ini terjadi maka akan memicu terjadinya penyakit konstipasi atau sembelit kesulitan buang air besar,” pungkasnya. (*)

Penulis Amanat Solikah Editor Azrohal Hasan

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu