
PWMU.CO – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya preeklampsia, dr Ninuk Dwi Ariningtyas SpOG bersama para dokter muda dari stase elektif Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya (FK UM Surabaya) mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat pada Selasa (27/5/2025) di Aula RS PKU Muhammadiyah Surabaya.
Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan peserta yang terdiri dari ibu hamil dan keluarganya, khususnya yang berdomisili di wilayah Surabaya Utara. Tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah “Bahaya Preeklampsia dan Pencegahannya”, sebuah isu penting yang masih menjadi penyebab utama komplikasi kehamilan di Indonesia.
Dalam pemaparannya, dr Ninuk menjelaskan bahwa preeklampsia adalah kondisi tekanan darah tinggi yang terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu, disertai dengan adanya protein dalam urin dan tanda-tanda kerusakan organ.
Gejala yang dapat muncul antara lain sakit kepala terus-menerus, penglihatan kabur, nyeri ulu hati, pembengkakan, dan bahkan kejang pada kondisi berat.
“Preeklampsia dapat terjadi tanpa gejala yang jelas, oleh karena itu pemeriksaan rutin kehamilan sangat penting,” ujar dr Ninuk. Ia juga menekankan pentingnya gaya hidup sehat, kontrol tekanan darah, konsumsi makanan bergizi, serta pemeriksaan antenatal secara berkala untuk mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut.
Para dokter muda FK UM Surabaya juga turut berperan aktif dalam sesi edukasi, tanya jawab, serta pembagian leaflet kesehatan kepada para peserta. Suasana berlangsung interaktif, dengan banyak peserta yang mengajukan pertanyaan seputar faktor risiko, tanda-tanda awal, hingga cara penanganan preeklampsia.
Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi FK UM Surabaya dalam mengedukasi masyarakat dan mendukung kesehatan ibu hamil secara berkelanjutan.
Penulis Rahma Ismayanti Editor Alfain Jalaluddin Ramadlan






0 Tanggapan
Empty Comments