Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Wihaji dan Lazismu Kunjungi Rumah Tidak Layak Huni, Dukung Pencegahan Stunting di Bandung

Iklan Landscape Smamda
Wihaji dan Lazismu Kunjungi Rumah Tidak Layak Huni, Dukung Pencegahan Stunting di Bandung
pwmu.co -
Mendukbangga RI sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji, melakukan kunjungan ke rumah tidak layak huni di Desa Patengan bersama Lazismu. (Muhammadiyah.or.id)

PWMU.CO – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Republik Indonesia (Mendukbangga RI) sekaligus Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Wihaji, melakukan kunjungan ke rumah tidak layak huni di Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Senin (13/7/2025).

Kunjungan ini merupakan bagian dari program kolaboratif BKKBN dan Lazismu dalam rangka penanggulangan stunting di Jawa Barat, salah satu provinsi dengan pengaruh besar terhadap angka prevalensi stunting nasional.

“Naik turunnya angka stunting di Jawa Barat sangat memengaruhi angka nasional. Karena itu, intervensi langsung seperti ini sangat penting,” ujar Wihaji saat meninjau kondisi rumah warga.

Ia menjelaskan bahwa BKKBN telah melakukan asesmen dan menetapkan dua rumah sebagai sampel intervensi, yang akan dibedah dan disertai dukungan pemenuhan gizi keluarga.

Kolaborasi ini, menurutnya, menjadi bentuk konkret dari pendekatan multisektor dalam mempercepat penurunan stunting di Indonesia.

“Kami ingin memastikan bahwa keluarga berisiko stunting tinggal di lingkungan yang sehat dan layak,” tambahnya.

Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Pusat, Ardi Luthfi Kautsar, menyampaikan bahwa hunian tidak layak menjadi salah satu faktor penyebab stunting yang sering terabaikan. Karena itu, Lazismu hadir dengan solusi program bedah rumah berbasis dana zakat.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Peran Lazismu adalah memberikan nilai manfaat secara nyata kepada keluarga mustahik. Rumah yang sehat dan layak merupakan pondasi penting bagi tumbuh kembang anak yang optimal,” tuturnya.

Lazismu mengalokasikan dana sebesar Rp25 juta untuk masing-masing rumah yang menjadi sasaran program. Dana tersebut digunakan untuk proses perobohan dan pembangunan kembali rumah, dengan menggandeng pemangku kepentingan lokal di Kabupaten Bandung.

Program ini diharapkan menjadi model kolaborasi nasional dalam pencegahan stunting berbasis lingkungan. Selain memperkuat intervensi gizi, strategi ini juga menekankan pentingnya kualitas tempat tinggal sebagai bagian dari pembangunan keluarga Indonesia yang sehat dan berdaya. (*)

Penulis Alfain Jalaluddin Ramadlan Editor Azrohal Hasan

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu