Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah AR Fachruddin (STTM ARFA) Bojonegoro menyelenggarakan Wisuda Sarjana perdana pada Tahun Akademik 2025/2026 pada Sabtu, (31/1/2026) di Ballroom Hotel Eastern Bojonegoro.
Wisuda ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan STTM ARFA Bojonegoro, karena merupakan wisuda perdana bagi lulusan program sarjana.
Ini juga menandai kesiapan institusi dalam mengantarkan mahasiswa memasuki dunia profesional dengan bekal akademik, keterampilan, dan nilai-nilai keislaman.
Wisuda perdana ini dihadiri beberapa tokoh, seperti pembina STTM ARFA, Dr. Hidayatulloh, M.Si., Drs. Sukaemi. M.Si., Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Kabupaten Bojonegoro, Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Bojonegoro, Dr. Hj. Sri Budi Cantika Yuli, dan Drs. H. Suwito, M.Si., Ketua PDM Bojonegoro.
Setelah itu, ketua STTM AR Fachruddin, Dr. Nurdyansyah. M.Pd. menyampaikan laporannya.
Dr. Nur menyampaikan bahwa pada wisuda perdana ini, STTM ARFA Bojonegoro meluluskan 33 wisudawan, yang terdiri dari 17 lulusan Program Studi Informatika bergelar Sarjana Komputer (S.Kom) dan 16 lulusan Program Studi Desain Komunikasi Visual bergelar Sarjana Desain (S.Ds).
Dr. Nur membuka laporannya dengan ucapan terimakasih kepada Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) yang menjadi pembimbing sekolah tinggi ini hingga mengalami perkembangan yang signifikan.
Hal tersebut sesuai dengan visi STTM ARFA yakni menjadi perguruan tinggi unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni untuk mewujudkan peradaban berkemajuan berlandaskan nilai-nilai keislaman pada tahun 2045.
Mulai 2025 hingga 20245, STTM ARFA telah memiliki tonggak capaian. Saat ini, STTM ARFA berada pada fase Excellent Institution Governance 2025–2029.
“Kami benar-benar ingin mengembangkan STTM ARFA dari berbagai aspek hingga bisa menjadi sebuah perguruan tinggi,” ungkapnya.
Tahap ini menjadi pijakan menuju fase Regional Competitiveness Enhancing , National Competitive Advantage, hingga ASEAN Global Competitiveness, sebelum mencapai Golden ARFA Vision tahun 2041–2045.
Sebagai bekal, Dr. Nur memberikan 4 pesan kepada para wisudawan, yakni nilai Akhlakul Karimah, Riyāḍah, Fighter, dan Amanah.
“Akhlakul Karimah menjadi pijakan utama ketika kalian akan melangkah.Jangan sampai kalian punya ilmu tapi tidak berakhlakul karimah, keduanya harus dijaga” ungkap Dr Nur.
Yang kedua yakni riyadah, yaitu proses berkelanjutan. Ia mengatakan bhawa STTM ARFA terus berkembang untuk menjadi lebih baik, begitu juga dengan para lulusannya.
Selanjutnya yakni fighter, lulusan harus yakin untuk menjadi fighter, yakni pertahanan daya juang yang terus diasah.
“Jangan menjadi generasi stroberi, jika ada kesulitan sedikit langsung lembek. Kita mampu bersaing dan tahan banting,” jelasnya.
Terakhir, Dr Nur berpesan agar para lulusan memiliki rasa amanah. Menurutnya, orang yang amanah adalah mereka yang berintegritas.
Pembina STTM ARFA Tandaskan Percepatan Gerak Isntitusi
Rangkaian prosesi wisuda berlanjut dengan penyampaian orasi ilmiah oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Dr. Hidayatulloh, M.Si., yang juga bertindak sebagai Pembina STTM ARFA Bojonegoro.
Umsida sudah beberapa kali diamanahi oleh PP untuk mendampingi beberapa institusi pendidikan, seperti STTM ARFA dan IAD Probolinggo dan Institut Ahmad Dahlan Probolinggo.
Dalam orasi ilmiahnya, Dr. Hidayatulloh menegaskan bahwa integritas lembaga pendidikan terlihat bagaimana mereka melakukan percepatan dari tonggak capaiannya.
Tonggak capaian itu, imbuhnya, merupakan cita-cita bersama yang juga harus diwujudkan bersama.
Lantas ia mengutip pesan dari Prof Abdul Malik Fadjar, “Anda boleh tidak memiliki apa-apa, tapi anda harus memiliki mimpi dan cita-cita”.
“Intinya, STTM bisa berkembang jika timnya kompak, tak hanya internal tapi juga eksternal. mari kita perkuat sinergi kolaborasi ini untuk mengambangkan STTM ARFA,” terangnya.
Dengan begitu, imbuh Dr. Hidayatulloh, yang langsung menerima manfaatnya tak hanya internal STTM saja, tapi juga masyarakat luas.
Di samping kekompakan, spirit individu juga menjadi faktor percepatan pengembangan institusi.
“Semuanya harus berprinsip ‘saya harus memberi apa untuk perguruan tinggi’. Saat ini paradigmanya sudah berbuah, yang cepat mengalahkan yang lambat, bukan yang besar mengalahkan yang kecil,” jelas Dr. Hidayatulloh.
Ia berpesan agar tonggak capaian yang dimiliki bisa dipercepat
“Bukan tidak mungkin dua Prodi ini akan terakreditasi unggul sekitar dua tahun lagi, tentu hal tersebut bisa terealisasi jika semua pihak bergerak untuk melakukan percepatan,” ujarnya.
Penghargaan Wisudawan dan Peneguhan Komitmen Alumni
Sebagai bentuk apresiasi atas capaian akademik dan dedikasi mahasiswa, STTM ARFA memberikan penghargaan kepada beberapa wisudawan.
Wisudawan terbaik diraih oleh Syarifuddin Hidayatullah, lulusan Prodi Informatika dan Zuwaroh Kholifatur Rochmah dari Prodi Desain Komunikasi Visual.
Sedangkan gelar wisudawan berprestasi berhasil diraih oleh Muhammad Syahrul Heriyanto sebagai Pemenang Ilustrasi Good Day Coffee edisi Ramadhan tingkat Nasional dan Mohammad Nur Fajar Islami serta Safira Maulidia, yang meraih juara 2 Kompetisi Sound Balap Indonesia di Jawa Tengah Tingkat Nasional.
Tak hanya mengapresiasi para wisudawan yang berhasil mengharumkan nama almamater melalui prestasi, namun sttm Arfa juga mengapresiasi wisudawan inspiratif, aktif, inovatif, dan kreatif produksi.
Penghargaan tersebut diberikan kepada Tajlu Rakha Al Ghozi sebagai wisudawan inspiratif, Muhammad Ubaidillah sebagai wisudawan teraktif berorganisasi, dan Afifi Fadzillah Irfai sebagai wisudawan kreatif dan produktif.
Rapat Terbuka Senat ditutup dengan prosesi pengukuhan wisudawan dan peneguhan komitmen alumni untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai keilmuan, profesionalisme, serta nilai Islam dan kemuhammadiyahan dalam kehidupan bermasyarakat.





0 Tanggapan
Empty Comments