Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Workshop Konseling Ponpes Al-Ishlah: Perkuat Keterampilan Pendidik untuk Dukung Santri Tangguh

Iklan Landscape Smamda
Workshop Konseling Ponpes Al-Ishlah: Perkuat Keterampilan Pendidik untuk Dukung Santri Tangguh
pwmu.co -
Foto Narasumber Dwi Fitria Aini, dalam menyampaikan materi bimbingan konseling (Helmy Choiriyanto/PWMU.CO)

PWMU.CO – Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ishlah Sendangagung, Paciran, Lamongan, menggelar workshop bertema Bimbingan Konseling, Ahad (26/1/2025).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.30 WIB hingga selesai ini bertempat di Aula Ponpes Al-Ishlah, dengan jumlah peserta mencapai 40 orang, terdiri atas tenaga pendidik dan pengasuh pondok.

Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan tenaga pendidik dalam menangani permasalahan siswa, baik yang berkaitan dengan akademik, sosial, maupun psikologis. Acara ini menghadirkan Dwi Fitria Aini sebagai narasumber utama dan dipandu oleh Helmy Choiriyanto sebagai MC sekaligus moderator.

Acara dimulai dengan sesi pembukaan yang diawali oleh moderator yang menyampaikan sebuah fenomena. Data Kemendikbud Ristek (2022) mengungkapkan bahwa 1 dari 5 siswa di Indonesia mengalami masalah psikologis, sementara layanan bimbingan konseling di banyak institusi pendidikan masih belum optimal.

Gap ini mendorong peran guru untuk lebih aktif dalam memberikan fasilitas yang mendukung kebutuhan siswa. Sebagai langkah konkret, Pondok Pesantren Al-Ishlah mengadakan workshop dengan tema Bimbingan Konseling yang sangat relevan untuk menjawab fenomena tersebut.

Memahami Bimbingan Konseling

Sesi berikutnya adalah penyampaian materi oleh Dwi Fitria Aini. Dalam paparannya, ia menjelaskan pengertian, tujuan, prinsip dasar, fungsi pelayanan, teknik dasar, metode pendekatan, jenis bimbingan konseling, serta output yang diharapkan dari tenaga pendidik.

Materi ini dirancang khusus untuk memberikan pemahaman mendalam sekaligus solusi praktis yang dapat langsung diterapkan dalam kegiatan sehari-hari di pondok.

Sesi forum grup diskusi (FGD) ketika mempresentasikan hasil diskusinya (Helmy Choiriyanto/PWMU.CO)

Setelah itu, peserta workshop terbagi menjadi beberapa kelompok untuk melakukan Forum Grup Diskusi (FGD). Dalam sesi ini, peserta diberikan studi kasus untuk saling berbagi pengalaman terkait kasus yang pernah mereka temui, seperti kesulitan siswa dalam belajar, bullying, konflik antar teman, hingga tantangan mental yang dialami santri.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu