
PWMU.CO – Mengisi waktu liburan kenaikan kelas, Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah (SDM) 16 Baratajaya Surabaya menggelar Workshop Guru dan Karyawan (Gukar), Selasa–Rabu (24–25/6/2025).
Workshop ini merupakan tindak lanjut dari penerapan Kurikulum Leader in Me (LiM) yang telah diterapkan di Sekolah Kreatif Baratajaya selama satu tahun ini. Bertajuk Bisa! Bisa! Bisa! Bismillah, workshop ini membahas Integrating the Highly Effective Practices of the Seven Habits yang diikuti 75 Gukar.
Integrasi praktik tujuh kebiasaan efektif tersebut disampaikan oleh Fasilitator Koordinator Dunamis Education Jakarta Pusat, Nina Yuliana, di hall lantai 3 Sekolah Kreatif yang berada di Jalan Baratajaya I Nomor 11, Surabaya.
Dalam workshop ini, Nina—sapaan akrabnya—membahas core 2 yang di dalamnya mencakup bagaimana mengintegrasikan Seven Habits ke dalam pembelajaran di sekolah dan bagaimana kita memberdayakan siswa-siswi kita agar mereka bisa bertumbuh melalui praktik Leader in Me.
“Kita akan mudah mengintegrasikan Seven Habits ke pembelajaran selama kita memahami Seven Habits tersebut,” katanya.
Sebelum masuk ke materi inti, Nina mengajak para peserta workshop untuk refleksi dan evaluasi apakah ada perubahan pada siswa setelah menerapkan Leader in Me pada core 1.
Para peserta terlihat antusias menyimak pemaparan Nina dengan saksama. Seperti yang disampaikan Lilik Wahyuningsih MT saat menanggapi refleksi dan evaluasi terkait penerapan Leader in Me di sekolah.
Lilik mengatakan bahwa penerapan Leader in Me di sekolah, khususnya di kelas III, sangat berdampak pada perilaku siswa. “Terutama saat pembelajaran guru tamu. Para siswa terlibat aktif mengatur acara dan diberi tanggung jawab sebagai leader di setiap bagian. Guru hanya memantau, mengawasi,” katanya.

Empat Disiplin untuk Menjalankan Rencana dengan Efektif
Nina mengatakan, untuk mengintegrasikan Seven Habits dalam pembelajaran, kita perlu mengajarkan siswa dengan empat disiplin eksekusi (The Four Disciplines of Execution).
“The 4 Disciplines of Execution (4DX) adalah sebuah konsep dasar sederhana, berulang, dan terbukti untuk mengeksekusi prioritas strategis,” katanya.
Empat Disiplin tersebut meliputi: Fokus pada tujuan yang sangat penting (the Wildly Important Goals), Bertindak pada ukuran tindakan utama (Lead Measures), Mengelola Papan Skor yang Memotivasi, dan Menciptakan Irama Akuntabilitas.
Ia mengatakan, disiplin yang pertama yaitu fokus pada tujuan yang sangat penting (the Wildly Important Goals). “Mempunyai tujuan yang jelas dan tahu kapan mulai dan selesai. Goal perlu ada titik awalnya,” ucapnya.
Disiplin kedua, bertindak pada ukuran tindakan utama (Lead Measures). “Disiplin dua ini didasarkan pada prinsip bahwa tidak semua tindakan diciptakan sama. Lebih ke bertindak ke tujuan utama dan harus terukur,” tambahnya.
Disiplin ketiga, mengelola papan skor yang menarik (Keep on Compelling Scoreboard). “Jadi setiap orang mempunyai goals masing-masing dan memantau proses atau tahap demi tahap,” ujarnya.
Disiplin keempat, Menciptakan Irama Akuntabilitas. “Setiap tim terlibat dalam proses mingguan sederhana. Siswa berlatih bertanggung jawab atas portofolionya,” ucapnya.
Di akhir sesi, Nina mengajak peserta workshop secara berkelompok untuk membuat action planning dengan action steps yang meliputi integrated highly effective, goal achievement, dan implementation student portfolio.
Penulis Riska Oktaviana Editor Zahra Putri Pratiwig






0 Tanggapan
Empty Comments