Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Wujud Nyata Kepedulian, Keluarga Besar SD Musix Jenguk dan Bantu Guru Al-Qur’an yang Alami Kecelakaan

Iklan Landscape Smamda
Wujud Nyata Kepedulian, Keluarga Besar SD Musix Jenguk dan Bantu Guru Al-Qur’an yang Alami Kecelakaan
Guru-guru SD Musix Surabaya saat menjenguk Zain Ahmad Syamil Nur pasca Operasi. Foto: Istimewa/PWMU.CO.
pwmu.co -

Kecelakaan yang menimpa salah satu guru Al-Qur’an SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) Surabaya pada Jumat (26/9/2025) di kawasan Jagir Wonokromo menggugah kepedulian sosial guru, karyawan, dan siswa. Sejumlah guru menjenguk Ustadz Zain sekaligus menyerahkan bantuan hasil penggalangan dana, Selasa (30/9/2025).

Informasi terkait kecelakaan yang dialami oleh salah satu guru Al-Qur’an SD Musix, Zain Ahmad Syamil Nur, disampaikan oleh Kepala SD Musix, Munahar, S.H.I., M.Pd., melalui pesan WhatsApp. Saat itu, para tenaga pendidik sedang sibuk mengerjakan Survei Lingkungan Belajar (Sulinjar) di ruang podcast.

“Kami akan segera mengupayakan agar Ustadz Zain, panggilan akrab Zain Ahmad Syamil Nur, segera mendapatkan penanganan,” ujarnya melalui pesan di grup WhatsApp SD Musix.

Ia menjanjikan agar korban dapat segera ditangani dan dirawat di Rumah Sakit Siti Khadijah Sepanjang, Sidoarjo. Namun, karena ambulans milik Tim Reaksi Cepat (TRC) 112 Surabaya lebih dahulu membawa korban ke Rumah Sakit William Booth dan penanganan medis telah dilakukan, maka korban tidak bisa dipindahkan.

“Segala upaya sudah kami lakukan, tetapi pihak Rumah Sakit William Booth sudah terlanjur memberikan tindakan medis, sehingga korban tidak bisa dirujuk ke rumah sakit lain,” sambungnya.

Berawal ketika pulang mengajar sekitar pukul 22.00 WIB, ia mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi dengan harapan segera tiba di rumah untuk beristirahat.

Namun, saat motor kesayangannya melaju kencang, tanpa disadari ia mulai mengantuk.

“Bruakkk..! Saya baru sadar ketika tubuh saya sudah tertimpa motor,” jelas Ustadz Zain.

Ia mengatakan bahwa ia tidak tahu, tiba-tiba sudah dikerumuni banyak orang. Bahkan TRC 112 Surabaya datang beserta ambulansnya, dan beberapa polisi juga sudah menolongnya.

“Saya tidak tahu, tiba-tiba sudah dikerumuni banyak orang. Bahkan TRC 112 Surabaya datang beserta ambulansnya. Tidak ketinggalan, beberapa polisi juga sudah menolong saya,” lanjutnya.

Awalnya, ia tidak merasakan apa-apa. Namun setelah melihat jari manis kaki kirinya tinggal separuh dan darah mengucur deras, barulah ia merasakan sakit.

“Untung waktu itu jalan sedang sepi, tidak ada kendaraan lain. Saya tersandar pada pohon. Tubuh bagian kanan tidak apa-apa, tetapi kaki kiri saya harus kehilangan satu jari,” tuturnya kepada rekan-rekan yang membesuk.

Kepala Urusan Humas, Nurmala, S.Ag., menanyakan berapa lama ia dirawat di rumah sakit.

“Berapa lama di rumah sakit, Ustadz?,” tanyanya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Ustadz Zain menjelaskan bahwa dirinya tidak sempat menjalani rawat inap.

Alhamdulillah, saya tidak sempat rawat inap. Malam itu langsung dilakukan operasi serta amputasi, dan keesokan harinya saya sudah diperbolehkan pulang,” jawabnya.

Laki-laki yang baru saja diwisuda sebagai sarjana S-1 dan sehari-harinya bertugas sebagai marbot di Masjid Al-Huda, kawasan Sidosermo Surabaya ini terpaksa tidak bisa lagi menjalankan tugasnya. Ia kini harus tinggal bersama kakaknya di daerah Tenggilis agar ada yang merawat.

Dalam waktu singkat, kabar musibah ini sampai kepada orang tuanya yang tinggal di Pacitan, Jawa Timur.

Pihak keluarga tidak bisa datang ke Surabaya, kecuali ibunya yang kebetulan sedang berada di Malang.

Ustadz Zain menuturkan bahwa saat itu ibunya sedang ada kegiatan di Malang. Begitu mendengar informasi, ibunya langsung datang menemuinya.

Alhamdulillah, saat itu ibuku ada kegiatan di Malang. Begitu mendengar informasi, ia langsung datang ke sini,” sambungnya.

Selanjutnya, ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah peduli, terutama guru-guru SD Musix dan para jamaah Masjid Al-Huda.

“Saat ini Yamaha Aerox saya sedang diurus oleh jamaah Al-Huda di Polsek Wonokromo,” katanya.

Meski dalam kondisi sakit, Ustadz Zain tetap tegar. Para tamu yang menjenguk merasa seolah tidak terjadi apa-apa. Bahkan, tidak jarang mereka tertawa ketika Zain menceritakan proses amputasi jarinya karena pembawaannya yang polos dan jenaka.

Beberapa saat kemudian, Nurmala bersama beberapa guru yang datang menjenguk menyerahkan amanah berupa hasil penggalangan dana dari para guru SD Musix. (*)

 

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu