Suasana Balairung Nyai Walidah GKB 7 Kampus 3 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) tampak berbeda pada 13–14 November 2025. Ratusan guru Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) hadir dengan semangat yang membuncah.
Sebanyak 430 guru Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) mengikuti Baitul Arqom akbar yang digelar Majelis Pauddasmen Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Sidoarjo.
Kegiatan yang berlangsung dua hari ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kompetensi Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) para guru sebagai fondasi utama pendidikan anak usia dini di lingkungan Aisyiyah.
Gelaran ini juga terselenggara berkat kolaborasi apik antara PDA Sidoarjo dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo.
Kolaborasi Solid Panitia dan IMM
Kesiapan kegiatan menuai apresiasi banyak pihak. Panitia yang dipimpin Vivien Fithri L. dengan dukungan para anggota Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) bekerja ekstra untuk memastikan seluruh rangkaian berjalan lancar.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan dengan lancar,” ungkap Vivien, anggota Majelis Pauddasmen Sidoarjo yang ikut terjun langsung mengawal teknis acara.
Dalam sambutan pembukaan, Ketua PDA Sidoarjo Apt. Muflikah, S.Si., menegaskan bahwa Baitul Arqom bukan sekadar penguatan teoritis. Ia berharap ilmu AIK yang diterima para guru benar-benar terinternalisasi, menjadi bekal spiritual dan moral dalam keseharian, serta tercermin dalam proses mendidik generasi islami di lembaga masing-masing.
Isi Kegiatan: Dari Motivasi hingga Penyucian Hati
Hari pertama Baitul Arqom dirancang penuh inspirasi. Para guru mendapatkan materi Motivasi Berorganisasi dari Apt. Muflikah, disusul materi Thaharoh (Bersuci) oleh Umayani, S.Ag., M.Pd.I., dan ditutup dengan pembahasan mendalam Thaharoh Qulub (Penyucian Hati) oleh Sunarsih, S.Ag., M.Si
Ketiga materi tersebut menjadi pondasi sekaligus pengingat bahwa seorang guru ABA bukan hanya pendidik akademis, tetapi juga teladan spiritual bagi anak-anak usia dini.
Puncak kegiatan terjadi pada hari kedua. Seluruh peserta harus menjalani praktik tayamum dan salat fardu secara individual. Setiap guru diuji langsung oleh fasilitator untuk memastikan pemahaman dan keterampilan mereka tepat dan sesuai tuntunan.
Meski tampak menegangkan di awal, sesi ini justru membuat para guru merasa lebih percaya diri dalam menyampaikan praktik ibadah kepada murid-murid mereka kelak.
Sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan manis, di akhir kegiatan para peserta menerima souvenir mukenah travel yang langsung disambut dengan antusias. (*)


0 Tanggapan
Empty Comments