Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 2 Tulangan (SD Muda Tusida) Sidoarjo menggelar kegiatan Upgrading Guru Pendamping Khusus (GPK), yang digelar selama dua hari, Sabtu-Minggu (2-3/8/2025) yang diketuai oleh Ustadzah Jannatun Ni’mah.
Kegiatan ini berlangsung di ruang aula sekolah dan diikuti oleh seluruh GPK SD Muda Tusida, serta beberapa perwakilan guru dari SD/MI Muhammadiyah di wilayah Sidoarjo.
Kegiatan upgrading yang mengusung tema “Mendampingi dengan Hati, Mengajar dengan Strategi: Pelatihan Penanganan Anak Autis dan ADHD bagi GPK” ini merupakan bagian dari program peningkatan kapasitas guru.
Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para GPK dalam menangani anak dengan autisme dan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), serta memberikan pelatihan terkait pengisian matriks perencanaan dan penyusunan program pembelajaran individual.
Dalam upgrading ini, narasumber yang dihadirkan yakni Tim Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) layanan disabilitas Sidoarjo
Dalam sambutannya, Kepala SD Muda Tusida, Ustadz Fahruddin, menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru dalam pendidikan inklusi.
“Semoga kegiatan ini membawa dampak positif bagi para Guru Pendamping Khusus dalam melayani anak-anak istimewa dengan lebih baik, serta mampu turut memajukan sekolah masing-masing,” ujarnya.
Selama dua hari, para guru mengikuti berbagai kegiatan pelatihan.
Pada hari pertama, materi yang dibahas meliputi: Autisme dan karakteristiknya, pengenalan metode Treatment and Education of Autistic and Communication Handicapped Children (TEACCH), pengisian matriks perencanaan, serta studi kasus. Sedangkan pada hari kedua, materi yang disampaikan antara lain: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Program Pembelajaran Individual (PPI), Praktik pembuatan PPI, serta ADHD dan karakteristiknya.
Salah satu peserta dari SD Muhammadiyah 1 Krembung, Ine, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini.
“Pelatihan ini adalah yang pertama kali saya ikuti. Melalui pelatihan ini, saya dapat memahami cara menganalisis dan menangani anak secara langsung, baik melalui materi maupun praktik yang diberikan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, SD Muda Tusida menegaskan komitmennya sebagai sekolah dasar inklusi yang mengedepankan kesetaraan, empati, serta pendidikan yang memanusiakan setiap peserta didik. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments