
PWMU.CO – Menyambut tahun ajar baru dengan semangat perubahan, SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen mengajak seluruh guru untuk mengikuti workshop pembelajaran mendalam (deep learning) yang dilaksanakan selama 4 hari, mulai dari hari Jumat – Selasa (18-22/7/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh narasumber Dr M. Fazlurrahman Hadi MPdI selaku Kepala Penjaminan Mutu Universitas Muhammadiyah Surabaya yang juga sebagai Koordinator ISMUBA Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur.
Kegiatan workshop pembelajaran mendalam yang diikuti oleh 95 guru yang terdiri dari guru matapelajaran umum (Normati & Adaptif) dan guru matapelajaran kejuruan (produktif) yang dibuka langsung oleh Kepala Sekolah, Moch. Arief Luqman Hakim MPd di Aula Mas Mansur Kampus 1 SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen.
Dalam pembukaannya, Kepala Sekolah menyampaikan pentingnya workshop pembelajaran mendalam ini untuk diikuti oleh semua guru sebagai upaya untuk mengimplementasikan instruksi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah mewujudkan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
“Workhsop ini menjadi bekal para guru melaksanakan proses pembelajaran yang menyenangkan bukan hanya sekedar menyampaikan materi, tetapi upaya mewujudkan perubahan aktivitas belajar murid untuk mendorong murid berfikir kritis, kolaboratif, kreatif, menumbuhkan kemandirian, dan keterampilan komunikasi yang efektif, tentunya dengan pendekatan pembelajaran mendealam atau deep learning”, sambut Kepala Sekolah.
Deep Learning
Kegiatan belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan menjadi pendekatan belajar baru yang tujuannya untuk menghasilkan pengalaman belajar melalui tahap memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan. Tahapan ini akan terkorelasi dengan model pembelajaran yang digunakan guru sebagai praktik pedagogisnya dengan melibatkan kemitraan pembelajaran dan mendorong murid memiliki pola pikir bertumbuh (growth mindset).
Senada dengan sapaan Narasumber di awal penyampaian materi, pola pikir lebih penting dari keterampilan karena pola pikir merupakan fondasi dari keterampilan (skillset) dan alat (toolset) serta pola pikir merupakan cara melihat dan cara berpikir saat menghadapi masalah.
“Murid yang memiliki fixed mindset akan meyakini bahwa kecerdasan dan keterampilan bisa dikembangkan lewat belajar dan berusaha, sedang sebaliknya yang memiliki growth mindset akan meyakini bahwa kecerdasan dan keterampilan bersifat tetap yang tidak banyak bisa diubah,” tegas Fazlurrahman Hadi.
Para guru juga diajak untuk mengenal pendekatan pembelajaran mendalam melalui pemahaman pembuatan modul ajar oleh Fazlurrahman Hadi yang menerapkan penyempurnaan format dari modul ajar sebelumnya, dimana kerangka modul pembelajaran mendalam ini mencakup 8 dimensi profil lulusan, 3 prinsip pembelajaran, 3 pengalaman belajar, dan 4 kerangka pembelajaran.
Pemahaman tersebut terangkum dalam aktivitas guru menghasilkan modul ajar setiap MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) yang dipresentasikan untuk bisa dievaluasi dan diberikan masukan oleh Fazlurrahman Hadi, selaku narasumber.
Kegiatan penyusunan modul ajar di setiap MGMP dengan pendekatan pembelajaran mendalam berlanjut hingga hari Selasa (22/7/2025) di Ruang Multimedia dengan didampingi oleh Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dengan target modul ajar selama satu semester Tahun Ajaran 2025/2026 meliputi, hari efektif, jadwal mengajar, programsemester, program tahunan, modul ajar, dan LKPD atau jobsheet. (*)
Penulis Syaiful Efendi Editor Amanat Solikah


0 Tanggapan
Empty Comments