Dalam upaya mewujudkan sekolah yang tanggap terhadap kondisi darurat serta meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah, SD Muhammadiyah 1 & 2 Taman (SD Mumtaz) turut berpartisipasi dalam kegiatan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (Basic Life Support/BLS) yang diselenggarakan oleh Sekolah Muhammadiyah se-Kabupaten Sidoarjo, Kamis (16/10/2025).
Kegiatan yang bertempat di Aula Walidah Smamda Sidoarjo ini diikuti oleh 39 sekolah Muhammadiyah dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sidoarjo.
Tujuan utama dari pelatihan ini adalah membekali para guru, tenaga kependidikan, dan kepala sekolah dengan pengetahuan serta keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan pertama kepada korban gawat darurat sebelum mendapatkan penanganan medis profesional.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan pembekalan dari instruktur berpengalaman di bidang kesehatan dan kegawatdaruratan.
Mereka mempelajari teknik-teknik penting seperti Resusitasi Jantung Paru (RJP/CPR), Heimlich Maneuver untuk menolong korban tersedak, serta metode Head Tilt–Chin Lift dan Jaw Thrust untuk membuka jalan napas pada korban tidak sadar.
Tidak hanya teori, peserta juga berkesempatan mempraktikkan langsung teknik-teknik tersebut menggunakan alat peraga dan simulasi lapangan yang dibuat menyerupai kondisi nyata.
Rafi Alen Kurniawan, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini. “Pelatihan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesiapsiagaan para guru dalam menghadapi situasi darurat di sekolah. Kami berharap kemampuan yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata ketika terjadi keadaan mendesak, sehingga keselamatan siswa dapat lebih terjamin,” ujarnya.
Menurutnya, pelatihan ini juga menjadi sarana pembelajaran karakter bagi para pendidik agar selalu tenang, sigap, dan berpikir jernih dalam menghadapi keadaan genting.
Kesiapan mental, kecepatan bertindak, serta kemampuan mengambil keputusan menjadi hal yang tak kalah penting dari sekadar teknik pertolongan.
Selain memperkaya pengetahuan, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan penguatan jaringan antar sekolah Muhammadiyah di Sidoarjo.
Melalui kegiatan bersama seperti ini, terbangun semangat kolaborasi dalam bidang kesehatan dan keselamatan sekolah. Para peserta juga diajak menumbuhkan rasa empati, kepedulian, dan tanggung jawab sosial dalam menolong sesama.
Dengan terselenggaranya pelatihan Bantuan Hidup Dasar ini, diharapkan seluruh sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Sidoarjo mampu menjadi sekolah siaga darurat yang cepat, tanggap, dan terampil dalam memberikan pertolongan pertama.
Langkah nyata ini menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah dalam mencetak insan yang berilmu, beriman, dan peduli terhadap keselamatan bersama.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments