
PWMU.CO-Nama lengkapnya Drs H Yaslikan SH MH. lahir di Dusun Palirangan Desa Payaman Kecamatan Solokuro Lamongan 02 Juli 1959 anak ketujuh dari pasangan Semo dan Rati yang berprofesi sebagai petani. Berikut saudara Yaslikan yakni Yatin, Yadi, Ramelan, Sumani, Kastrum, Tukin
Pendidikan Yaslikan ditempuh di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Payaman Solokuro. Kemudian melanjutkan ke SMP PGRI di Paciran dan PGA (Pendidikan Guru Agama) di Paciran.
Pendidikan Tinggi Yaslikan ditempuh di STIT (Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah) Muhammadiyah Lamongan, Sarjana Hukum ditempuh di Universitas Gresik (UNGRES). Sedangkan Pasca Sarjananya ditempuh di Fakultas Hukum Universitas Putra Bangsa Surabaya
Yaslikan termasuk murid yang cerdas dan kreatif. Karena keterbatasan ekonomi orang tuanya ia bersekolah dengan bekerja sejak masuk sekolah Menengah Pertama. Pendidikan yang ditempuh semuanya dibiayai sendiri. Setapak demi setapak Yaslikan dapat menyelesaikan pendidikannya dengan paripurna.
Pada tanggal 19 Oktober 1981 Yaslikan dalam usia 22 tahun menikah dengan Masfufah anak pertama dari delapan bersaudara pasangan H Moh Thoha dan Hj Nafisah. Mertua Yaslikan tergolong tokoh masyarakat yang merupakan salah satu pendiri Muhammadiyah di Ranting dusun Palirangan dan juga seorang guru
Dari pernikahan Yaslikan dengan Masfufah memiliki lima anak yang saat ini sudah sukses. Kelima anak tersebut yaitu Choiruddin, ST MM, Mukhlish Fuadi, SKom MT, Atim Mufarridah SPd, M Medkom, Atim Mufarrihah, SKom dan Faiz Azizah, SAkun.
Di sela sela menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil) Yaslikan masih meluangkan waktunya menjadi tenaga pendidik di Perguruan Muhammadiyah Palirangan Solokuro tepatnya di MTs. Bahkan ia juga aktif menjadi dosen di STIT Muhammadiyah Paciran
Berikut jabatan Yaslikan di pemerintahan yang pernah diemban yaitu Camat Tikung, Camat Sekaran, Sekretaris Kecamatan Paciran, Kepala Urusan Pembangunan Kecamatan Solokuro, Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Brondong. Pengangkatan pertama kalinya Yaslikan menjadi PNS sebagai salah satu staf di Pemkab Lamongan pada tahun 1981.
Dedikasi Yaslikan terhadap Persyarikatan Muhammadiyah tidak diragukan lagi. Di tempat tinggalnya Yaslikan bersama bersama temannya Mustain dan Luthfi mendirikan musholla Al Hikmah tatkala masjid desa dipakai ormas lain dengan amalan ibadah yang berbeda. Di musholla ini selain dibuat jamaah juga ada TPQ Al-Hikmah, Majlis Ta’lim Al-hikmah tiap satu bulan di hari Jum’at setelah Jum’atan dan kajian malam Ahad setelah sholat maghrib
Beberapa amanah di Muhammadiyah yang diemban oleh Yaslikan yaitu mendirikan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Jetak bersama Haji Eksan, aktif di Majelis PCM Paciran. Kemudian menjabat sebagai Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Paciran Periode 2000-2005
Ditingkat Pimpinan Daerah Muhammadiyah Yaslikan menjabat sebagai Ketua Lembaga Penegakan Supremasi Hukum dan Hak Asasi Manusia periode 2000-2005. Ia dibantu Lukman Hakim, Ahmad Farih, Sarmuji dan Mukhtar Badri. Lembaga yang dipimpin Yaslikan ini merupakan lembaga yang pertama kali dibentuk PDM Lamongan
Yaslikan dalam beberapa hal menjadi orang beruntung. Pendidikannya dari bawah, karir pekerjaannya juga dari bawa. Rezeqinya melimpah sehingga bisa membantu orang tua dan saudaranya.
Pada tahun 1997 ia berangkat haji dari hasil menabung. Kemudian pada tahun 2003 ia berangkat haji dengan istrinya. Setelah pensiun dari ASN tahun 2017 Yaslikan berangkat umroh bersama istri dan anak bungsunya.
Yaslikan yang selama hidupnya mengabdi kepada agama, negara dan persyarikan wafat dalam usia 62 tahun pada hari Senin tanggal 28 Juni 2021 karena bebera waktu sakit dan dimakamkan di TPU Dusun Penanjan Desa Paciran Lamongan. Ratusan orang mensalatkan dan mengantarkan ke kuburannya
Dalam pandangan Masfufah istrinya, Yaslikan adalah sosok yang penuh dedikasi dan tulus ikhlas dalam membina keluarga. Dengan ikhlas membimbing umat dan melayani masyarakat hingga akhir hayat
“Beliau adalah pekerja keras, pekerja ikhlas dan suka menolong tanpa pamrih,” ujar Masfufah
Sementara itu Imam Ghozali mantan Ketua Komisioner KPU Lamongan mengungkapkan Sekalipun saya dengan pak Yaslikan ada pertalian kerabat, saya tdak terlalu akrab dengan beliau. Mungkin karena jarak usia jadi lebih banyak interaksi dengan adik-adiknya.
“Interaksi saya dengan beliau dimulai ketika saya menjabat Ketua KPU Lamongan dan beliau sebagai camat Sekaran. Saat saya melakukan kunjungan kerja di kecamatan Sekaran. Saya bertemu beliau dan diterima di ruang kerjanya,” ujar Imam Ghozali
Perbincangan saya dengan beliau saat itu cukup lama, berlangsung dengan hangat dan penuh kekeluargaan. Mungkin karena beliau sudah kenal saya, maka perbincangannya menjadi mengalir dan cair. Mulai soal pekerjaan, politik, persyarikatan dan keluarga.
Dari perbincangan tersebut kesan saya beliau orangnya terbuka, jujur dan humoris. Pula yang saya jaga terkesan adalah komitmen Kemuhammadiyahan beliau yang luar biasa.
“Bagi saya beliau termasuk sedikit dari kader Muhammadiyah yang ada dipemerintahan yang berani berterus terang menyatakan sebagai orang Muhammdiyah dan memiliki pemikiran luar biasa untuk persyarikatan,” ujar Ketua MPK SDI PDM LamonganPeriode 2022-2027 ini
Penulis Fathurrahim Syuhadi Editor Alfain Jalaluddin Ramadlan






0 Tanggapan
Empty Comments