Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Zakat di Jatim: Potensi Rp 15 T, Realisasi Rp 1,8 T, Warga Miskin 4,7 Juta

Iklan Landscape Smamda
Zakat di Jatim: Potensi Rp 15 T, Realisasi Rp 1,8 T,  Warga Miskin 4,7 Juta
pwmu.co -
Zainul Muslimin (kiri) dalam Rakerwil Majelis Tabligh PWM Jawa Timur. (Aan/PWMU.CO)

PWMU.CO – Ketua Lazismu Jawa Timur drh Zainul Muslimin mengajak para dai dan mubaligh Majelis Tabligh Muhammadiyah se-Jatim bersinergi dalam upaya pemaksimalan potensi penerimaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari para muzzaki (wajib zakat) di Jatim.

Ajakan itu disampaikan Zainul dalam acara Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) yang diadakan oleh Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur di Aula Mas Mansyur Gedung Muhammadiyah Jatim, Jalan Kertomenanggal IV/1 Surabaya, Sabtu (20/4/19).

Zainul menyebutkan, data dari Baznas menunjukan potensi zakat di Jatim saat ini mencapai Rp 15 triliun. Hanya saja, potensi penerimaan zakat dari para muzzaki di Jatim saat ini tidak sampai Rp 2 triliun.

“Penghimpunan zakat di Jatim hanya sekitar Rp 1,8 triliun. Artinya, ada potensi zakat senilai Rp 13 triliun lebih yang tidak terbayarkan oleh muzzaki. Kira-kira ini salah dan tanggung jawab siapa?” ujarnya di hadapan ratusan perwakilan Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Jatim.

Sementara, kata Zainul, saat ini terdapat sekitar 4,7 juta jiwa warga Jatim yang hidup dalam jurang kemiskinan. Anehnya, warga Persyarikatan yang notabene hidup serba kecukupan kurang berempati. Bahkan, para muzzaki dan warga Muhammadiyah masih bisa enak-enak tidur nyenyak dengan kondisi tersebut

“Maka, saya anggap sinergi antara Lazismu dan Majelis Tabligh ini amat penting. Gunanya, agar Lazismu bisa memaksimalkan potensi penerimaan zakat yang belum ditunaikan oleh para muzzaki,” paparnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Selain itu, Zainul juga mengajak Majelis Tabligh PWM Jatim bersinergi dalam realiasi program pengiriman dai dan mubaligh untuk berdakwah di daerah-daerah terpencil di Jatim. Juga untuk program Lazismu lainnya yaitu dai mandiri dan back to masjid.

“Mubaligh Muhammadiyah Jatim harus mau berdakwah di kawasan 3T. Selain itu, program rekomendasi dari Badan Pengurus Pusat Lazismu yang harus dikerjakan oleh Lazismu se-Indonesia. Termasuk Lazismu Jatim,” katanya.

Zainul mengungkapkan, sebenarnya ada lima pilar Lazismu dalam gerakan filantropi ini. Yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, dakwah, dan sosial kemanusiaan.

“Nah, Lazismu bersama Majelis Tabligh kita harapkan bisa menggarap empat pilar dakwah Muhammadiyah se-Jatim,” ungkapnya. (Aan)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu