Kezaliman dalam bentuk apa pun—baik terhadap orang lain maupun diri sendiri—dapat menjadi penghalang datangnya keberkahan dan kesuksesan hidup.
Pesan ini disampaikan oleh Ustaz Munahar, M.Pd, Sekretaris Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, dalam ceramah bertajuk “Zalim sebagai Faktor Penghambat Kesuksesan Hidup.”
Dalam ceramahnya, Ustaz Munahar mengingatkan jamaah agar senantiasa bersyukur atas kesempatan yang Allah berikan untuk berkumpul dan mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an.
“Hidup itu kalau bicara kurang, akan selalu kurang. Sepuluh sapi pun kalau dibagi, masih terasa tidak cukup. Tapi sebetulnya, cukup dan tidak cukup itu bukan pada jumlah, melainkan pada rasa syukur,” ujarnya dalam siaran kanal YouTube Kampung Al-Fath.
Menurutnya, dari hal sederhana tersebut dapat dipahami bahwa salah satu sumber kezaliman adalah ketidakpuasan hati yang melahirkan sifat tamak dan tidak tahu bersyukur.
Ustaz Munahar kemudian mengutip Surat Al-Baqarah ayat 124 tentang ujian Nabi Ibrahim AS. Ia menegaskan bahwa kesuksesan sejati lahir dari ketaatan total terhadap perintah Allah dan kesempurnaan dalam menjauhi larangan-Nya.
“Ketika Ibrahim diuji dengan berbagai perintah dan larangan, beliau melaksanakannya dengan sempurna. Maka Allah berfirman: ‘Sesungguhnya Aku menjadikanmu imam bagi manusia.’ Artinya, kesempurnaan dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan akan mengangkat seseorang menjadi pemimpin,” tuturnya.
Untuk memperjelas makna tersebut, Ustaz Munahar memberi analogi dengan dunia kerja.
“Seorang direktur pasti dipilih dari karyawan yang paling disiplin, paling loyal, dan paling ikhlas. Begitu juga dalam kehidupan beragama, Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang menjalankan perintah-Nya dengan sungguh-sungguh,” jelasnya.
Dalam bagian lain ceramahnya, ia menyinggung kisah nyata tentang panitia kurban yang kehilangan beberapa sampel kantong daging. Setelah ditelusuri melalui rekaman CCTV, ternyata ada pihak yang mengambil sebagian daging tanpa hak.
“Sekalipun hanya sepotong kecil daging yang bukan hak kita, itu tetap zalim. Karena daging itu akan tumbuh menjadi bagian tubuh yang tidak halal, dan itu bisa menghambat doa serta keberkahan hidup,” tutur Kepala SD Muhammadiyah 6 Surabaya ini.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kezaliman bukan hanya dalam bentuk besar seperti merampas hak orang lain, tetapi juga dalam bentuk kecil yang sering dilakukan terhadap diri sendiri.
“Orang yang sering menunda-nunda, lalai, tidak menunaikan amanah dengan baik—itu juga zalim pada dirinya sendiri. Kezaliman seperti ini membuat hidup terhambat. Doa tidak naik, rezeki seret, dan kesuksesan sulit datang,” tegasnya.
Menurut Ustaz Munahar, kunci keberhasilan hidup adalah fataammahunna—menyempurnakan amal dan menjalankan perintah Allah dengan sebaik-baiknya.
“Kalau Nabi Ibrahim bisa menjadi pemimpin karena kesempurnaannya dalam menjalankan perintah, maka kita pun bisa sukses bila menempuh jalan yang sama,” tambahnya.
Menutup ceramah, Ustaz Munahar mengajak jamaah untuk terus memperbaiki diri, menjaga amanah, serta berusaha menjalankan ajaran Islam dengan ikhlas dan sungguh-sungguh.
“Mari kita sempurnakan agama kita seperti Nabi Ibrahim dan Rasulullah. Kerjakan semua perintah Allah dengan semaksimal mungkin, jauhi larangan-Nya sekuat tenaga, walau godaan besar. Karena kesungguhan itu akan membuka jalan kesuksesan dan keberkahan,” tutupnya dengan istighfar dan hamdalah bersama jamaah. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments