Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ziyan Maulana, Mahasiswa UMS yang Harumkan Nama Kampus di Ajang Tilawah Nasional

Iklan Landscape Smamda
Ziyan Maulana, Mahasiswa UMS yang Harumkan Nama Kampus di Ajang Tilawah Nasional
Ziyan Maulana. Foto: Istimewa
pwmu.co -

Suara merdu lantunan ayat suci Al-Qur’an bergema dari layar kompetisi nasional The Biology Zone 11th 2025. Dengan tiga nada khas bayati, nahawan, dan rast, Taqwa Ziyan Maulana, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), berhasil memukau dewan juri dan mengantarkannya meraih Juara I Nasional Tilawah Al-Qur’an.

Ajang yang diselenggarakan oleh Biology Student Association Universitas Bangka Belitung ini berlangsung secara daring pada Agustus hingga Oktober 2025, dan diikuti oleh peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.

Meski kompetisi dilakukan secara virtual, semangat dan kualitas tilawah Ziyan tetap terasa nyata, menembus batas ruang dan waktu.

Bagi Ziyan, keberhasilan ini bukanlah hasil yang datang secara instan. Perjalanannya menapaki jalan Al-Qur’an telah dimulai sejak ia duduk di bangku sekolah dasar.

“Dari kecil memang sudah dibiasakan membaca dan menghafal Al-Qur’an,” tutur mahasiswa angkatan 2022 itu dengan senyum tenang.

Seiring berjalannya waktu, semangat itu tak pernah padam. Ketika menempuh pendidikan tinggi di UMS, Ziyan justru semakin aktif mengikuti berbagai lomba tilawah. Ia mengaku, dukungan kampus sangat besar dalam memfasilitasi pengembangan minatnya.

“Latihannya kalau dari kampus difasilitasi sekitar 10–15 kali pertemuan. Pelatihnya dari Solo, UMS sendiri yang mengundang menjadi pelatih,” ungkapnya.

Pelatih yang didatangkan merupakan qari dari Masjid Keraton Surakarta. Dari bimbingan intensif inilah kemampuan Ziyan makin matang.

Dia mengenang masa-masa sebelum mendapat pendampingan kampus, dirinya hanya menjadi peserta tanpa hasil gemilang.

“Sebelum pendampingan, belum bisa jadi juara. Setelah UMS memfasilitasi, alhamdulillah bisa mendapat juara,” katanya penuh syukur.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Kini, di tengah kesibukan menyelesaikan tugas akhir sebagai mahasiswa tingkat akhir, Ziyan tetap setia menjaga hafalannya.

Setiap selesai salat, ia selalu meluangkan waktu untuk murojaah. Aktivitas sederhana itu menjadi cara terbaiknya menjaga kedekatan dengan Allah SWT.

“Melalui kompetisi ini saya merasa semakin dekat dengan Al-Qur’an. Menjaga Al-Qur’an supaya bisa jadi pegangan dalam kehidupan kita,” ujarnya dengan nada mantap.

Tidak hanya berprestasi secara individu, Ziyan juga aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa Mahasiswa Pecinta Al-Qur’an (MPQ) UMS.

Bersama rekan-rekannya, ia kerap mengikuti kegiatan pembinaan, berbagi hafalan, dan berburu informasi lomba. “Kami di MPQ punya grup untuk berbagi info lomba dan kegiatan Al-Qur’an. Jadi semangat terus terjaga,” jelasnya.

Bagi Ziyan, prestasi di ajang nasional ini hanyalah awal dari perjalanan panjangnya bersama Al-Qur’an. Ia bercita-cita untuk melangkah lebih jauh, menembus ajang internasional.

“Setelah lulus dari UMS, insyaAllah ingin ikut lomba-lomba yang lebih bergengsi, mungkin tingkat internasional,” harapnya.

Kisah Ziyan menjadi cerminan bagaimana ilmu dan iman dapat berjalan beriringan. Di tengah kesibukan kuliah kedokteran yang padat, ia membuktikan bahwa mencintai dan menjaga Al-Qur’an tak pernah menghalangi prestasi akademik—justru menjadi sumber kekuatan untuk meraih lebih banyak kebaikan. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu