Sebanyak 1.587 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) resmi diterjunkan ke berbagai wilayah DIY dan sekitarnya dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun Akademik 2025/2026.
Mengusung semangat “Aksi Nyata Berdampak untuk Semua”, KKN UMY ditegaskan bukan sekadar agenda akademik tahunan, melainkan laboratorium besar kehidupan yang menguji kepekaan sosial, integritas, dan karakter mahasiswa di tengah masyarakat.
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Hilirisasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr. Med. dr. Supriyatiningsih, Sp.OG, M.Kes dalam sambutannya mejelaskan KKN UMY diposisikan sebagai laboratorium sosial yang mempertemukan mahasiswa dengan realitas kehidupan masyarakat secara langsung, baik dari aspek sosial, ekonomi, kesehatan, maupun budaya.
Dia menegaskan “Aksi Nyata Berdampak untuk Semua” bukan sekadar jargon, melainkan refleksi dari perjalanan panjang Muhammadiyah dan UMY dalam pengabdian kepada masyarakat.
“Kalau kita menyatakan berdampak untuk semua, itu sesungguhnya adalah apa yang sudah dilakukan dalam sekian puluh tahun oleh Muhammadiyah dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Konsep berdampak untuk semua itu salah satunya adalah konsep rahmatan lil ‘alamin,” tegasnya dalam acara Seremoni Penerjunan Kuliah Kerja Nyata UMY Tahun Akademik 2025/2026 di Sportorium UMY, Senin (2/2/2026) .
Supriyatiningsih menjelaskan bahwa mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan mulai dari kedokteran, keperawatan, teknik, farmasi, hingga kedokteran gigi selama ini terbiasa belajar di laboratorium akademik masing-masing.
Melalui KKN, seluruh mahasiswa dipertemukan dalam satu laboratorium besar yang sama, yakni kehidupan sosial masyarakat.
Untuk itu, Supriyatiningsih berpesan agar mahasiswa menjaga sikap, etika, dan kepribadian selama menjalankan KKN.
Mahasiswa UMY diminta menampilkan karakter yang menjunjung tinggi nilai toleransi, penghormatan terhadap masyarakat setempat, serta tidak bersikap merendahkan kelompok lain.
“Adik-adik peserta KKN harus ingat di mana bumi dipijak, disitu langit dijunjung sebagai prinsip utama dalam berinteraksi di tengah masyarakat,”
Senada dengan hal tersebut, Dr. Muhammad Ikhwan Ahada, S.Ag., M.A Bendahara Badan Pembina Harian (BPH) UMY menekankan KKN merupakan fase penting dalam perjalanan intelektual dan moral mahasiswa.
“KKN adalah satu di antara perjalanan kita dalam mencari, menegaskan, dan mengonfirmasi ilmu yang selama ini kita tuntut di bangku kuliah. Laboratorium besar kehidupan ini sering kali memiliki norma dan aturan yang tidak tertulis, tetapi sangat berdampak dan memberikan pelajaran kepada kita,” tutur Ikhwan.
Berbeda dengan laboratorium akademik yang memiliki prosedur baku dan tertulis, kehidupan masyarakat menuntut kepekaan sosial dan kemampuan membawa diri.
Oleh karena itu, mahasiswa diminta untuk selalu menjaga akhlak, bersikap santun, dan mengingat identitas sebagai mahasiswa UMY melekat dalam setiap langkah mereka di tengah masyarakat.
“KKN ini diharapkan benar-benar menjadi perwujudan tagline “Aksi Nyata Berdampak untuk Semua”, bukan hanya bagi masyarakat sasaran, tetapi juga bagi pembentukan karakter dan kedewasaan mahasiswa itu sendiri,” jelasnya.
Adapun 1.587 mahasiswa KKN tersebut tersebar ke beberapa wilayah DIY dan sekitarnya dengan skema KKN berbeda.
Sebanyak 1.411 mahasiswa mengikuti skema KKN Reguler yang akan ditempatkan di Kabupaten Boyolali, Pacitan, serta sejumlah wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta meliputi Bantul, Sleman, Kulon Progo, dan Gunungkidul.
Sebanyak 29 mahasiswa mengikuti skema KKN Tematik Lingkungan yang merupakan hasil kerja sama dengan Pemerintah Kota Yogyakarta dan UMY dengan fokus utama pada persoalan sampah.
Kemudian 147 mahasiswa mengikuti skema KKN Muballigh Hijrah dan ditempatkan di Banjarnegara, Bantul, dan Sleman. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments