Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Keunggulan Madin Kunci Keberhasilan Pondok, Pengasuh Al-Ishlah Ajak Guru Jaga Mutu Pendidikan

Iklan Landscape Smamda
Keunggulan Madin Kunci Keberhasilan Pondok, Pengasuh Al-Ishlah Ajak Guru Jaga Mutu Pendidikan
Ustadz Dawam (Kanan) dan Ustadz Salim (Kiri) saat memberi sambutan pengarahan evaluasi Madin atau MDTW Al-Ishlah, Ahad 15 Maret 2026. Foto: Wahab Luthfi/PWMU.CO
pwmu.co -

Pondok Pesantren Al-Ishlah yang beralamat di Jalan Raya Kelengan RT 04 RW 02, Sendangagung, Paciran, Lamongan, Jawa Timur, telah lama dikenal masyarakat. Lembaga ini juga tidak asing dalam dunia pendidikan Islam, khususnya pesantren yang mengembangkan sistem pendidikan modern.

Menyadari hal tersebut, pengasuh sekaligus pendiri Ponpes Al-Ishlah, Drs. KH Muhammad Dawam Saleh, mengajak para guru (asatidz dan ustadzat) untuk menjaga mutu pendidikan di pesantren yang memiliki lebih dari 2.000 santri tersebut. Ajakan itu disampaikan dalam kegiatan buka puasa bersama dan evaluasi Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha (MDTW) Al-Ishlah, Ahad (15/3/2026).

Di hadapan lebih dari 50 guru, kiai karismatik berusia 73 tahun itu memaparkan sejarah berdirinya MDTW atau Madin yang dirintisnya sejak awal kembali ke kampung halaman pada tahun 1982, setelah 10 tahun menimba ilmu di Gontor dan lima tahun menempuh studi Filsafat di UGM.

“Madin lahir dari cita-cita menghadirkan kurikulum ala Gontor. Namun karena saat itu sudah ada SMPM 12 Paciran, maka kurikulum Gontor dipadukan dengan kurikulum pendidikan nasional, lalu diterapkan untuk siswa SMPM 12,” ujarnya mengawali pengarahan.

Menurutnya, kolaborasi kurikulum tersebut membawa dampak besar terhadap perkembangan sekolah. “Dari perpaduan kurikulum itu, SMPM 12 berkembang pesat, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Kini jumlah siswanya mencapai lebih dari 1.200 orang. Madin memiliki andil besar karena keunggulannya dalam bahasa Arab dan Inggris, dua bahasa asing yang menjadi ciri khas kurikulum Gontor,” jelas suami Dra Hj Muthmainah tersebut.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak para guru untuk terus menjaga mutu pendidikan Madin melalui kedisiplinan.

“Saya mengajak para guru untuk menjaga mutu pendidikan Madin dengan disiplin, baik disiplin masuk, disiplin waktu, maupun menjadi teladan dalam pengembangan bahasa Arab dan Inggris,” imbuhnya.

Ia menegaskan bahwa guru harus memiliki keikhlasan dalam menjalankan tugas mendidik santri.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

“Guru harus ikhlas, ikhlas menjalankan tugas mendidik santri, juga ikhlas menerima kritik dan evaluasi. Jangan mengajar hanya demi bayaran atau gaji, karena urusan itu sudah ada yang memikirkannya,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Pengasuh Ponpes Al-Ishlah, Drs. KH Agus Salim Syukran M.PdI, menambahkan bahwa keberadaan santri Madin sangat strategis bagi perkembangan pesantren. Pasalnya, mereka merupakan calon santri MA Al-Ishlah dan berpotensi menjadi pengurus Organisasi Pelajar Ponpes Al-Ishlah (OPPI).

“Hal ini sudah terbukti. Banyak santri Madin yang kemudian melanjutkan ke MA Al-Ishlah berhasil berperan aktif di OPPI. Mereka juga dikenal memiliki kemampuan agama dan akhlak yang baik, serta penguasaan bahasa Arab dan Inggris yang lebih kuat dibandingkan yang tidak menempuh MDTW Al-Ishlah Sendangagung,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa para guru di lingkungan pesantren harus memahami pentingnya pendidikan agama, akhlak, dan karakter kepemimpinan.

“Pendidikan agama, akhlak, kepemimpinan, serta kedisiplinan dalam berbahasa Arab dan Inggris merupakan ruh pendidikan pondok,” tegasnya.

Menjelang waktu berbuka puasa, Ustadz Agus Salim memberikan kesempatan kepada Ustadz Dawam untuk memimpin doa penutup. Setelah itu, seluruh peserta melaksanakan buka puasa bersama. Kegiatan berakhir tepat saat adzan Maghrib berkumandang di wilayah Al-Ishlah dan sekitarnya. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 16/03/2026 12:31
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡