Sebanyak 98 siswa SMP Muhammadiyah 4 (SMPM 4) Gadung, Surabaya, resmi dikukuhkan dalam Wisuda ke-10 Tahfidz Al-Qur’an, pada Ahad (24/5/2026). Sebelum prosesi, mereka melewati kelayakan lulusan secara spontan on the spot.
Prosesi yang meluluskan para pencetak hafalan dari kategori Bin Nadhor, Bil Hifdzi, dan Tarjim ini berlangsung khidmat di Gedung Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur, Jalan Ketintang Wiyata.
“Target kita sekarang sudah bergeser ke orientasi global. Melalui kelas internasional yang ada, kita ingin generasi emas Muhammadiyah ini tidak cuma kuat di ilmu agama. Tapi juga fasih berbahasa Arab dan Inggris agar siap menyebarkan ilmu hingga ke luar negeri,” ujar Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo, Ir. Lukman Rahim.
Ada momen krusial yang menguji mental para wisudawan di hadapan publik. Pihak sekolah menggelar uji kelayakan kelulusan secara langsung di tempat acara. Beberapa wali murid yang hadir secara acak memilih wisudawan untuk menguji hafalan mereka secara spontan. Hasilnya, para siswa yang ditunjuk mampu melafalkan ayat demi ayat dengan lancar tanpa hambatan.
Suasana semakin menyentuh ketika prosesi sungkeman massal digelar. Isak tangis haru pecah saat para penghafal Al-Qur’an tersebut bersujud, memeluk erat orang tua mereka sebagai bentuk bakti dan syukur atas capaian target juz yang ditentukan sekolah.
Lukman Rahim menegaskan bahwa pencapaian meluluskan hampir seratus siswa dalam satu momentum tunggal merupakan prestasi yang luar biasa. Ia mendorong program ini tidak sekadar dipertahankan, melainkan dieksplorasi lebih jauh.
PCM Wonokromo membidik target global lewat integrasi kurikulum. Langkah ini memanfaatkan keberadaan kelas internasional yang sudah berjalan di SMPM 4 Surabaya untuk dikolaborasikan dengan program tahfidz.
“Harapan ke depan, anak-anak ini bisa menguasai dua bahasa sekaligus, yaitu bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an dan bahasa Inggris. Jadi, ketika mereka kelak berceramah atau mentransfer ilmu di luar negeri, mereka sudah siap secara kapasitas bahasa dan penguasaan agama,” ujar Lukman saat diwawancarai
Pada kesempatan yang sama, Kepala SMPM 4 Surabaya, Laili Rahmi, S.Pd., membeberkan kunci konsistensi sekolah hingga berhasil menyentuh gelaran wisuda kesepuluh ini. Sinergi yang kuat menjadi jangkar utama dalam menjaga kualitas hafalan siswa.
“Resepnya adalah istiqomah. Guru-guru tidak sekadar mengajar, tapi mengawal ketat kehadiran serta perkembangan hafalan anak-anak setiap hari,” kata Laili.

Guna menyiasati titik jenuh siswa yang menguras energi selama masa menghafal. Sekolah menerapkan strategi manajemen psikis melalui agenda Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit) berkala setiap empat bulan. Program Mabit dikemas secara rekreatif lewat permainan ketangkasan berbasis hafalan, shalat malam berjamaah, hingga olahraga dan senam bersama pada pagi harinya.
“Untuk mewujudkan visi global tersebut, kunci utama kami di sekolah adalah konsistensi dan inovasi metode belajar. Bahkan bersiap mendatangkan alumni dari Al-Azhar untuk mendongkrak motivasi serta kemampuan bahasa mereka,” sahut Laili Rahmi.
Inovasi mutu juga terus digulirkan. Laili menyebutkan, pihak sekolah berencana meningkatkan frekuensi ujian munaqasyah yang sebelumnya setahun sekali menjadi per semester. Evaluasi kompetensi para pengajar pun rutin disupervisi agar metode pengajaran di kelas tetap dinamis dan tidak monoton.
Agenda rutin tahunan mengirimkan delegasi siswa ke wisuda tahfidz gabungan melalui Forum Silaturahmi Kepala Sekolah Muhammadiyah (Foskam) Surabaya dan Majelis Tabligh juga dipastikan tetap berjalan. Penguatan kualitas internal ini ditargetkan mampu mengatasi benturan jadwal antara aktivitas ekstrakurikuler siswa dengan jam wajib tahfidz di sekolah.
Hadir dalam upacara kelulusan tersebut sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Majelis Dikdasmen Wonokromo Anang Saifudin Junaidi, SE., SH., MSA., beserta jajaran PCM Wonokromo lainnya yang ikut menyaksikan jalannya prosesi dari awal hingga selesai.





0 Tanggapan
Empty Comments